Close Menu
    What's Hot

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    21-08-2026 - 20.06

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!
    • Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!
    • BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!
    • CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?
    • Revolusi Bursa! Saham Rp1, Peluang Emas Investor!
    • Misteri Balik Layar XXI: Laba Merosot 40%!
    • Dolar AS Terkapar! Rupiah Melesat, Petani Ikut Senyum?
    • Telkom Rombak Total! 68 Anak Usaha Sisa 18, Demi Apa?
    Jumat, 21 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!
    Pangan

    Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!

    27-06-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kabar gembira bagi seluruh pelaku usaha, termasuk para petani dan pegiat sektor pertanian di Indonesia! Stabilitas ekonomi nasional yang menjadi fondasi utama kemajuan, kini semakin kokoh dan terjaga. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi. Langkah ini krusial demi memastikan sistem keuangan Republik Indonesia tetap stabil di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global yang dinamis. Stabilitas ini tentu menjadi angin segar bagi sektor pertanian, menjamin kepastian harga input dan output, serta kelancaran distribusi hasil panen.

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pemerintah dan otoritas dalam KSSK terus menyelaraskan kebijakan. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas di dalam negeri, termasuk upaya vital dalam menjaga nilai tukar Rupiah. Bagi petani, nilai tukar Rupiah yang stabil berarti kepastian biaya produksi, harga pupuk, dan suku cadang alat pertanian tidak melonjak tajam, sehingga perencanaan usaha menjadi lebih terukur.

    Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Dalam upaya menjaga kekuatan Rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap Dolar Amerika Serikat, Bank Indonesia secara proaktif memperkuat kerja sama dengan bank sentral negara-negara mitra melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Inisiatif ini memungkinkan para pelaku usaha, termasuk eksportir dan importir produk pertanian, untuk melakukan transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Saat ini, skema LCT telah diterapkan dengan Malaysia, Thailand, Singapura, hingga China dan Hong Kong, dan BI siap memperluas kerja sama ini ke Korea Selatan, India, serta Arab Saudi. Ini akan sangat mempermudah perdagangan komoditas pertanian antarnegara, memangkas biaya konversi mata uang, dan mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.

    Tidak hanya itu, upaya menjaga stabilitas Rupiah juga didorong melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan aliran devisa tetap berada di dalam negeri, yang pada gilirannya memperkuat cadangan devisa nasional. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu arus kas para pelaku usaha atau eksportir, termasuk mereka yang bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan yang menjadi bagian dari SDA. Devisa yang terkumpul ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pendukung pertanian dan ketahanan pangan.

    Dengan berbagai langkah strategis ini, optimisme terhadap arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global tetap tinggi. Stabilitas yang tercipta menjadi fondasi kuat bagi sektor pertanian untuk terus tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Untuk informasi lebih mendalam mengenai optimisme ini, simak dialog lengkap Andi Shalini dengan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam program Economic Update, CNBC Indonesia, pada Selasa, 23 Juni 2026. Informasi lebih lanjut mengenai dampak kebijakan ini bagi petani dapat diakses melalui agroplus.co.id.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    21-08-2026 - 20.06

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06

    CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?

    21-08-2026 - 05.06

    Revolusi Bursa! Saham Rp1, Peluang Emas Investor!

    21-08-2026 - 02.06

    Misteri Balik Layar XXI: Laba Merosot 40%!

    20-08-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    Agroplus – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menunjukkan performa keuangan yang impresif di…

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06

    CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?

    21-08-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.