Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kini menjadi sorotan tajam sebagai salah satu figur kunci dalam mewujudkan visi dan program Presiden Prabowo Subianto. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, bahkan menobatkannya sebagai "eksekutor terbaik" di Kabinet Merah Putih, berkat langkah-langkah strategisnya yang dinilai sangat efektif, terutama sepanjang tahun 2025.
Iwan Setiawan secara lugas menyatakan, "Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menurut saya pantas disebut sebagai salah satu menteri yang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi visi dan program Presiden Prabowo Subianto dengan baik, atau menjadi eksekutor terbaik di kabinet merah-putih pimpinan Presiden Prabowo." Penilaian ini bukan tanpa dasar, mengingat berbagai gebrakan yang dilakukannya.

Menurut Iwan, tahun 2025 menjadi saksi bisu berbagai terobosan penting yang digagas Amran untuk mengamankan sektor pangan nasional. Kebijakan-kebijakan ini, kata Iwan, sangat selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang selalu menekankan ketegasan dan keberpihakan pada kepentingan rakyat. "Kalau kita lihat, Amran Sulaiman melakukan banyak gebrakan untuk mengamankan sektor pangan di sepanjang tahun 2025. Gebrakan tersebut dilakukan senafas dengan apa yang selalu dikatakan oleh Presiden Prabowo yaitu dilakukan secara tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat," jelasnya.
Komitmen Presiden Prabowo untuk membela dan menyejahterakan rakyat diterjemahkan dengan apik oleh Mentan Amran. Ia mampu menerjemahkan arahan tersebut menjadi program konkret di sektor pangan, dan yang terpenting, mengeksekusinya dengan cepat di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. "Dedikasi dan kinerjanya dilakukan hanya dengan satu tujuan, yaitu untuk membela dan menyejahterakan rakyat. Mentan Amran Sulaiman di tahun pertama ini menerjemahkan dan mengeksekusinya dengan baik," imbuh Iwan.
Beberapa kebijakan yang menjadi sorotan dan bukti nyata kinerjanya antara lain adalah upaya sigap dalam mengendalikan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mentan Amran juga tak segan membongkar kasus pemalsuan volume Minyakita, mengungkap praktik mafia beras, hingga menindak tegas jajaran internal yang terbukti melanggar aturan.
Iwan menyoroti bahwa lonjakan harga pangan saat Nataru memang kerap terjadi, namun menjadi persoalan serius jika disebabkan oleh ulah oknum nakal. "Kenaikan harga pangan setiap Nataru tidak dapat dihindari. Namun, perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab membuat kenaikan harga bisa tidak terkendali," ujarnya. Oleh karena itu, Mentan Amran dinilai konsisten memastikan ketersediaan pangan strategis tetap aman dan menindak pelaku yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). "Untuk mengatasi persoalan ini, Mentan memastikan seluruh komoditas pangan strategis berada dalam kondisi aman dan terkendali. Oleh karena itu akan menindak tegas oknum nakal yang menjual pangan di atas HET," tegas Iwan.
Selain itu, capaian lain yang tak kalah penting adalah peningkatan produksi beras nasional, nihilnya impor beras medium hingga saat ini, penyederhanaan skema pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, penetapan pertanian sebagai sektor strategis ekonomi nasional, serta kenaikan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram. "Menurut saya, capaian-capaian dan kebijakan yang dilakukan oleh Mentan ini, menggambarkan bahwa beliau menerjemahkan dengan baik apa yang diinginkan oleh Presiden, dan mengeksekusinya dengan baik," tutup Iwan.
Berkat berbagai kebijakan dan kinerja impresif tersebut, Mentan Amran menuai apresiasi luas dari publik. Survei Indikator Politik Indonesia bahkan mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Amran mencapai 84,9 persen, menjadikannya yang tertinggi di antara para menteri lainnya. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan dan capaian sektor pertanian dapat diakses melalui agroplus.co.id.