Close Menu
    What's Hot

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga
    • Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal
    • Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI
    • Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun
    • Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS
    • Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin
    • Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal
    • Target SBN 2026 Tetap Stabil
    Selasa, 27 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI
    Pangan

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kabar baik datang dari emiten sektor makanan dan minuman, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk. atau yang lebih dikenal dengan merek gerai minuman Teguk (TGUK). Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah resmi keluar dari daftar papan pemantauan khusus. Keputusan ini menandai babak baru bagi perjalanan bisnis perusahaan di pasar modal Indonesia.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (26/10/2026), status TGUK kini berpindah ke papan pengembangan. Perubahan status pencatatan ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal 27 Oktober 2026. Sebelumnya, TGUK sempat masuk ke dalam radar pengawasan ketat bursa karena memenuhi kriteria tertentu dalam papan pemantauan khusus, yakni kriteria 11 yang berkaitan dengan kondisi spesifik yang ditetapkan oleh otoritas bursa maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Langkah keluar dari papan pemantauan ini tidak lepas dari perubahan fundamental yang terjadi di struktur kepemilikan perusahaan. TGUK baru saja mengalami transformasi besar dengan hadirnya investor asing sebagai pemegang saham pengendali yang baru. Perubahan ini dipicu oleh aksi korporasi berupa masuknya modal segar dari Visionary Capital Global Pte. Ltd.

    Investor asal luar negeri tersebut melakukan pembelian saham dalam jumlah yang sangat signifikan. Tercatat, Visionary Capital Global Pte. Ltd. menyuntikkan dana sebesar Rp40,6 miliar untuk mengakuisisi sebanyak 2,03 miliar lembar saham TGUK. Transaksi strategis ini dilakukan pada awal Oktober 2026 dengan harga eksekusi sebesar Rp20 per saham.

    Melalui skema Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat, transaksi ini bertujuan sebagai investasi langsung (direct investment) untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Sebelum adanya aksi korporasi ini, Visionary Capital Global tercatat tidak memiliki kepemilikan saham sama sekali di TGUK. Namun, pasca transaksi, mereka kini memegang kendali penuh dengan kepemilikan 2.030.032.377 saham atau setara dengan 56,84% hak suara.

    Perubahan kepemilikan ini juga berdampak pada pemegang saham lama, yakni PT Dinasti Kreatif Indonesia. Sebagai pengendali sebelumnya, PT Dinasti Kreatif Indonesia melakukan pelepasan saham sebanyak 2.030.032.377 lembar saham kepada investor asing tersebut. Sebelum melakukan penjualan, perusahaan ini menguasai mayoritas saham sebesar 69,33%. Setelah transaksi selesai, porsi kepemilikan mereka menyusut drastis menjadi hanya 12,49% atau sebanyak 446.217.623 saham.

    Masuknya investor asing sebagai pengendali baru diharapkan mampu memberikan angin segar bagi ekspansi bisnis Teguk di masa depan. Dengan dukungan modal dan manajemen baru, TGUK kini memiliki posisi yang lebih kuat untuk bersaing di industri minuman kekinian yang kian kompetitif. Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi para investor di bursa bahwa perusahaan sedang melakukan upaya perbaikan kinerja dan restrukturisasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.02

    Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS

    26-10-2026 - 23.06

    Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin

    26-10-2026 - 23.02

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    26-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    agroplus.co.id – Langkah strategis kembali diambil oleh salah satu tokoh bisnis terkemuka Indonesia, Edwin Soeryadjaya.…

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.