Close Menu
    What's Hot

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga
    • Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal
    • Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI
    • Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun
    • Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS
    • Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin
    • Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal
    • Target SBN 2026 Tetap Stabil
    Selasa, 27 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun
    Pangan

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) tengah bersiap melakukan langkah besar dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Lembaga pengelola investasi ini telah menyiapkan amunisi dana fantastis senilai Rp200 triliun atau setara dengan US$12 miliar untuk dialokasikan sebagai modal investasi pada tahun mendatang.

    Langkah ambisius ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen investasi, baik yang bersifat komersial maupun yang mendukung proyek strategis pemerintah. Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sumber utama pendanaan raksasa ini tidak berasal dari utang, melainkan dari hasil keringat perusahaan-perusahaan negara.

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Dalam keterangannya pada acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Jakarta Selatan, Dony menjelaskan bahwa dana tersebut mayoritas bersumber dari dividen yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Danantara. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan BUMN secara sehat akan menjadi mesin utama bagi keberlanjutan investasi Danantara di masa depan.

    "Investasi Danantara berasal dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN. Jadi, tahun ini kami setidaknya akan mengalokasikan Rp200 triliun kepada tim manajemen untuk segera diinvestasikan," ujar Dony Oskaria.

    Untuk mengeksekusi dana sebesar itu, Danantara telah menunjuk dua sosok kunci yang memimpin anak perusahaan dengan fokus yang berbeda. Pandu Sjahrir dipercaya menjabat sebagai CEO Danantara Investment Management (DIM) yang bertugas mengelola investasi pada sektor-sektor komersial. Sementara itu, Sigit Puji Santosa memimpin Danantara Development Management Fund (DDMF) yang memiliki mandat khusus untuk membiayai Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Terkait pembagian porsi dana tersebut, Sigit Puji Santosa memberikan gambaran awal mengenai strategi alokasi tahun depan. Meski saat ini timnya masih dalam tahap penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun 2027, ia memberikan sinyal bahwa investasi komersial akan mendapatkan porsi yang lebih dominan.

    Sigit memperkirakan bahwa sekitar 65 persen hingga 70 persen dari total dana tersebut akan dialokasikan melalui DIM untuk mengejar keuntungan komersial yang lebih cepat. Sisanya akan dikelola oleh DDMF untuk proyek-proyek jangka panjang yang memiliki dampak strategis besar bagi pembangunan negara.

    "Porsi saat ini memang lebih besar ke arah komersial, mungkin sekitar 65% hingga 70% di DIM karena kesiapan infrastruktur investasinya. Namun, untuk proyek strategis jangka panjang yang memiliki dampak besar bagi bangsa, itu akan menjadi fokus utama di DDMF," jelas Sigit.

    Dengan skema ini, Danantara mencoba menyeimbangkan antara pencarian keuntungan (profit) melalui jalur komersial dan pemenuhan kewajiban pembangunan nasional melalui proyek strategis. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan BUMN sebagai penyokong dana utama serta ketepatan pemilihan instrumen investasi oleh tim manajemen Danantara.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS

    26-10-2026 - 23.06

    Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin

    26-10-2026 - 23.02

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    26-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    agroplus.co.id – Langkah strategis kembali diambil oleh salah satu tokoh bisnis terkemuka Indonesia, Edwin Soeryadjaya.…

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.