Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara perdagangan dua emiten, PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) dan PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO). Keputusan ini diambil menyusul lonjakan harga saham kedua perusahaan yang sangat signifikan dalam waktu singkat, memicu perhatian serius dari regulator pasar modal.
Menurut data dari BEI, saham NATO menunjukkan performa yang luar biasa, melonjak 58% hanya dalam sepekan dan hampir mencapai 100% dalam sebulan terakhir. Tak kalah fantastis, saham PPGL bahkan melesat 32% dalam seminggu dan mencatatkan kenaikan impresif sebesar 132% dalam kurun waktu satu bulan. Kenaikan drastis ini menjadi pemicu utama bagi BEI untuk melakukan intervensi.

Langkah suspensi ini, seperti yang dijelaskan oleh BEI, adalah bentuk perlindungan bagi para investor, khususnya pemegang saham PPGL dan NATO. Tujuannya adalah untuk memberikan jeda waktu yang cukup bagi pelaku pasar agar dapat mencerna informasi yang tersedia dan membuat keputusan investasi yang lebih matang dan rasional, tanpa terburu-buru oleh euforia pasar.
Perdagangan saham PPGL dan NATO dihentikan sementara mulai sesi Pra-Pembukaan tanggal 7 September 2026, berlaku di pasar reguler dan pasar tunai. Suspensi akan terus berlanjut hingga ada pengumuman lebih lanjut dari pihak Bursa.
Dalam keterangannya, manajemen BEI juga mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh kedua Perseroan. Ini penting agar keputusan investasi didasarkan pada data dan fakta yang akurat, layaknya perencanaan budidaya yang matang untuk hasil panen optimal.
