Close Menu
    What's Hot

    Bursa Gempar! Haji Isam Incar BYAN, JARR Gelar RUPSLB?

    17-08-2026 - 10.06

    Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!

    17-08-2026 - 05.06

    Batam Bakal Banjir Investor? BRI Punya Kunci Rahasianya!

    17-08-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Bursa Gempar! Haji Isam Incar BYAN, JARR Gelar RUPSLB?
    • Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!
    • Batam Bakal Banjir Investor? BRI Punya Kunci Rahasianya!
    • Waspada! Rp9,1 T Raib, 1000 Warga Kena Tipu Tiap Hari!
    • Cianjur Dulu: Bupati Hidup Bak Raja, Petani Kopi Merana!
    • Rahasia Tuyul Tak Curi Uang Bank: Bukan Mistis, Tapi Sejarah!
    • Kisah Emas 30.000 Ton Banten: Harta Bangsa yang Dirampas!
    Senin, 17 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!
    Pangan

    Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!

    17-08-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali mencapai puncaknya, dengan kedua belah pihak melancarkan serangan udara intensif yang menargetkan infrastruktur vital. Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi regional dan, secara tidak langsung, pasokan pangan global, mengingat pentingnya Ukraina sebagai lumbung gandum dunia. Tanda-tanda perdamaian semakin tersamarkan seiring dengan semakin memanasnya tensi di medan perang.

    Dalam serangkaian serangan terbarunya, Rusia menyasar pabrik baja terbesar di Ukraina, ArcelorMittal Kryvyi Rih, yang terletak di kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky. Laporan menyebutkan setidaknya dua orang tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangan pada Minggu pagi itu. Pihak pengelola pabrik mengonfirmasi kerusakan pada fasilitas produksi utama, termasuk sektor pembangkit listrik dan tanur tinggi, yang menyebabkan penghentian sebagian proses produksi. Serangan ini juga memicu kebakaran di beberapa distrik ibu kota Kyiv, melukai setidaknya tiga orang, termasuk seorang anak, akibat serangan drone di berbagai wilayah.

    Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Tak tinggal diam, militer Ukraina membalas dengan menyerang target strategis di wilayah Rusia. Salah satu yang menjadi sasaran adalah fasilitas produksi bahan bakar rudal di wilayah Rostov. Menurut militer Ukraina, perusahaan tersebut merupakan pemasok propelan roket padat untuk berbagai sistem peluncur roket dan persenjataan udara. Selain itu, serangan drone Ukraina juga menargetkan gudang milik Wildberries, peritel online terbesar Rusia, di wilayah Moskow, serta sebuah bus di dekat kota Belgorod yang menewaskan satu orang. Kyiv menuduh Wildberries terlibat dalam penanganan barang-barang militer, menjadikannya target dalam upaya melemahkan infrastruktur ekonomi Rusia yang dianggap menopang kampanye militer Moskow.

    Dampak konflik ini bahkan merambah hingga ke negara tetangga. Rumania, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, melaporkan insiden penembakan jatuh sebuah drone oleh jet tempur F-18 NATO di wilayah udaranya. Meskipun asal drone tidak disebutkan secara spesifik, juru bicara NATO menduga kuat drone tersebut berasal dari Rusia. Insiden ini terjadi tak lama setelah Rusia menghantam pelabuhan ekspor gandum terbesar Ukraina di Sungai Danube, yang berdekatan dengan perbatasan Rumania, pekan lalu. Serangan terhadap fasilitas pelabuhan gandum ini menyoroti kerentanan rantai pasok pangan global di tengah gejolak perang, mengingat peran krusial wilayah tersebut dalam distribusi komoditas pertanian.

    Peningkatan intensitas serangan yang menyasar infrastruktur industri, energi, logistik, hingga militer ini mengindikasikan bahwa prospek perdamaian semakin jauh. Konflik yang terus memanas ini tidak hanya merenggut nyawa dan menghancurkan bangunan, tetapi juga menciptakan ketidakpastian ekonomi yang luas, termasuk ancaman terhadap ketersediaan komoditas penting seperti baja dan, yang tak kalah krusial bagi dunia, gandum. Situasi ini menuntut perhatian serius dari komunitas internasional terhadap dampak jangka panjangnya pada stabilitas global dan ketahanan pangan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Bursa Gempar! Haji Isam Incar BYAN, JARR Gelar RUPSLB?

    17-08-2026 - 10.06

    Batam Bakal Banjir Investor? BRI Punya Kunci Rahasianya!

    17-08-2026 - 02.06

    Waspada! Rp9,1 T Raib, 1000 Warga Kena Tipu Tiap Hari!

    16-08-2026 - 20.06

    Cianjur Dulu: Bupati Hidup Bak Raja, Petani Kopi Merana!

    16-08-2026 - 15.06

    Rahasia Tuyul Tak Curi Uang Bank: Bukan Mistis, Tapi Sejarah!

    16-08-2026 - 10.06

    Kisah Emas 30.000 Ton Banten: Harta Bangsa yang Dirampas!

    16-08-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Bursa Gempar! Haji Isam Incar BYAN, JARR Gelar RUPSLB?

    Agroplus – Jakarta, di tengah desas-desus panas mengenai potensi akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk…

    Gandum & Baja Terancam! Perang Rusia-Ukraina Memanas!

    17-08-2026 - 05.06

    Batam Bakal Banjir Investor? BRI Punya Kunci Rahasianya!

    17-08-2026 - 02.06

    Waspada! Rp9,1 T Raib, 1000 Warga Kena Tipu Tiap Hari!

    16-08-2026 - 20.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.