Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

    02-03-2026 - 10.06

    Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

    01-03-2026 - 10.06

    Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

    28-02-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI
    • Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!
    • Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026
    • Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!
    • Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?
    • Rp 9,1 Triliun Raib dari Kantong Warga! Modus Makin Licik!
    • MEJA ‘Banting Setir’ ke Batu Bara, Siap Kuasai Tambang?
    Selasa, 3 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Wamen Pertanian: Penyuluh, Jangan Sakit! Jangan Tidur!
    Pangan

    Wamen Pertanian: Penyuluh, Jangan Sakit! Jangan Tidur!

    27-04-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Wamen Pertanian: Penyuluh, Jangan Sakit! Jangan Tidur!

    Agroplus – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, atau yang akrab disapa Mas Dar, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Dalam acara Koordinasi Nasional Penyuluh Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (26/4), ia menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mencapai swasembada pangan nasional. Pernyataan tersebut bahkan sampai pada level "dilarang sakit dan dilarang tidur"!

    Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan Mas Dar karena peran vital penyuluh pertanian dalam menjalankan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam upaya mencapai swasembada beras. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025, penyuluh pertanian kini berada di bawah komando langsung Kementerian Pertanian, sekaligus menjadi ujung tombak percepatan swasembada pangan. Perubahan ini juga berdampak pada peningkatan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) para penyuluh.

    Wamen Pertanian: Penyuluh, Jangan Sakit! Jangan Tidur!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Namun, Mas Dar mengingatkan, kenaikan TPP diiringi dengan peningkatan tanggung jawab dan beban kerja. "Kalau RP (Tunjangan Penghasilan) naik, maka PR-nya (tugas) juga naik," tegasnya. Kornas Penyuluh Pertanian ini dihadiri lebih dari 37.000 peserta, baik secara langsung maupun virtual, bertujuan untuk memperkuat komitmen dan pemahaman bersama dalam mencapai target swasembada pangan.

    Salah satu tugas utama penyuluh adalah mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor beras, jagung, garam konsumsi, dan gula konsumsi pada tahun 2025. Pemerintah sendiri telah meningkatkan alokasi pupuk subsidi, menaikkan harga pembelian gabah petani menjadi Rp 6.500 per kilogram, dan menginstruksikan Bulog untuk menyerap gabah, bukan beras, agar langsung berinteraksi dengan petani. Strategi ini terbukti efektif, dengan peningkatan serapan Bulog hingga 2.000 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan kembali pentingnya peran penyuluh dalam mencapai swasembada pangan. Kornas ini bertujuan untuk menyatukan visi dan arahan para penyuluh dalam mempercepat program Luas Tambah Tanam (LTT), meningkatkan indeks pertanaman, dan produktivitas pertanian. Semua demi mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      02-03-2026 - 10.06

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06

      Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?

      26-02-2026 - 10.06

      25-02-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerukan kewaspadaan bagi para investor di tengah gejolak geopolitik…

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.