Mengejutkan! BEI Suspensi 3 Saham Ini, Ada Apa?
Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham tiga perusahaan tercatat. Ketiga emiten yang terkena suspensi ini adalah PT Asia Pacific Investama Tbk. (MYTX), PT Pollux Hotels Group Tbk. (POLI), dan PT Sekar Bumi Tbk. (SKBM). Keputusan ini sontak menarik perhatian para investor dan pelaku pasar.

Penghentian aktivitas perdagangan saham ini berlaku efektif mulai sesi I perdagangan hari ini, 25 Februari 2026. Artinya, bagi para pemegang saham maupun calon investor, transaksi jual beli saham MYTX, POLI, dan SKBM tidak dapat dilakukan untuk sementara waktu. Perlu dicatat, ketiga emiten ini merupakan bagian dari daftar panjang 99 perusahaan tercatat lainnya yang juga mengalami nasib serupa dari otoritas pasar modal Indonesia.
Langkah suspensi ini diambil oleh BEI bukan tanpa alasan. Otoritas bursa menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk melindungi kepentingan investor, khususnya bagi mereka yang telah menanamkan modalnya pada ketiga emiten tersebut. Selain itu, suspensi juga diberlakukan sambil menunggu adanya klarifikasi atau keterbukaan informasi yang lebih transparan dari pihak manajemen emiten terkait. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi atau keterangan lebih lanjut di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penyebab pasti di balik keputusan suspensi ketiga emiten ini. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar.
Mengingat situasi yang masih abu-abu ini, para investor diimbau untuk tetap waspada dan terus memantau pengumuman resmi dari Bursa Efek Indonesia. Keterbukaan informasi dari masing-masing perusahaan juga menjadi kunci sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut. Sebagai informasi tambahan, sebelum suspensi diberlakukan, saham MYTX tercatat berada pada harga Rp 94 per saham, saham POLI di level Rp 1.955 per saham, sementara SKBM diperdagangkan di harga Rp 1.210 per saham. Perkembangan selanjutnya akan terus kami pantau dan informasikan melalui agroplus.co.id.
