Close Menu
    What's Hot

    TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap

    23-10-2026 - 15.06

    Strategi BI Suntik Likuiditas Perbankan

    23-10-2026 - 15.02

    Strategi Kemenkeu Redam Perang Bunga Deposito

    23-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap
    • Strategi BI Suntik Likuiditas Perbankan
    • Strategi Kemenkeu Redam Perang Bunga Deposito
    • Nasib Pasar Modal RI di Mata Dunia
    • Program Satu Orang Satu Rekening
    • Rahasia Laba Adhi Karya Melonjak Drastis
    • IHSG Melaju Kencang 10 Saham Ini Jadi Incaran
    • Rupiah Terpuruk Tembus Rp18 Ribu
    Jumat, 23 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap
    Pangan

    TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap

    23-10-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keterkaitannya dengan PT Paramitra Mulia Langgeng (PML). Langkah ini diambil menyusul munculnya pemberitaan media di Singapura, khususnya dari National Environment Agency (NEA), yang menyoroti isu polusi kabut asap lintas batas.

    Dalam laporan terbarunya, NEA Singapura telah menerbitkan Preventive Measure Notice berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act. Surat peringatan ini ditujukan kepada tujuh perusahaan pemegang konsesi di Indonesia yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas batas. Salah satu nama yang terseret dalam daftar tersebut adalah PT Paramitra Mulia Langgeng (PML).

    TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menanggapi isu yang mencuat, manajemen TBLA melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa hubungan antara TBLA dan PML sangat terbatas. Perseroan menyatakan bahwa interaksi bisnis yang terjadi hanya sebatas penjualan bahan pembantu berupa suku cadang (spareparts).

    "Perseroan hanya menjual bahan pembantu (spareparts) ke PT PML dan tidak terkait dengan kegiatan usaha utama kami," tegas manajemen dalam pernyataan resminya. TBLA menekankan bahwa transaksi suku cadang tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan lini bisnis inti mereka, yakni perkebunan kelapa sawit dan tebu serta proses pengolahannya.

    Berdasarkan data laporan keuangan TBLA per 30 Juni 2026, PML memang tercatat sebagai pihak berelasi dengan perseroan. Hal ini dikarenakan adanya kesamaan struktur kepemilikan saham, di mana Widarto dan Santoso Winata masing-masing memiliki 50% saham di PML, dan keduanya juga merupakan pemegang saham di TBLA. Selain itu, terdapat pula kesamaan jabatan di mana sejumlah anggota direksi dan komisaris TBLA juga menjabat di PML.

    Meski memiliki hubungan kepemilikan dan jabatan, TBLA membantah keras adanya keterlibatan dalam pengelolaan lahan. Perseroan menegaskan tidak memiliki saham, penguasaan lahan, ataupun keterlibatan dalam pengelolaan areal konsesi milik PML, baik secara langsung maupun melalui entitas anak. TBLA juga memastikan tidak ada transaksi terkait penggunaan lahan, pengalihan fungsi areal, maupun rencana tukar-menukar lahan dengan PML.

    Lebih lanjut, TBLA menyatakan tidak memiliki ketergantungan operasional terhadap PML, baik dari sisi pasokan, jasa, maupun lahan. Tidak ada piutang, pinjaman, maupun jaminan yang berkaitan dengan entitas tersebut.

    Terkait langkah mitigasi risiko akibat isu kebakaran hutan ini, TBLA menyebutkan hingga saat ini belum ada langkah mitigasi khusus yang diambil karena belum ada dampak langsung yang dirasakan. Namun, perseroan membuka kemungkinan untuk menghentikan transaksi penjualan suku cadang kepada PML di masa mendatang jika diperlukan.

    Sebagai penutup, TBLA memastikan bahwa selama ini mereka tidak pernah menerima temuan, sanksi, maupun peninjauan izin terkait PML. Perseroan juga menjamin bahwa tidak ada satu pun areal milik TBLA maupun entitas anaknya yang terdampak oleh kebakaran hutan pada tahun 2026.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi BI Suntik Likuiditas Perbankan

    23-10-2026 - 15.02

    Strategi Kemenkeu Redam Perang Bunga Deposito

    23-10-2026 - 13.06

    Nasib Pasar Modal RI di Mata Dunia

    23-10-2026 - 13.02

    Program Satu Orang Satu Rekening

    23-10-2026 - 10.06

    Rahasia Laba Adhi Karya Melonjak Drastis

    23-10-2026 - 10.02

    IHSG Melaju Kencang 10 Saham Ini Jadi Incaran

    23-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    TBLA Buka Suara Soal Isu Kabut Asap

    agroplus.co.id – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keterkaitannya dengan…

    Strategi BI Suntik Likuiditas Perbankan

    23-10-2026 - 15.02

    Strategi Kemenkeu Redam Perang Bunga Deposito

    23-10-2026 - 13.06

    Nasib Pasar Modal RI di Mata Dunia

    23-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.