agroplus.co.id – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta persaingan industri teknologi di tanah air. Perusahaan yang sebelumnya dikenal di sektor periklanan digital ini kini tengah merancang transformasi radikal untuk mengubah wajah bisnisnya. Tidak lagi sekadar pemain iklan, DOOH berambisi bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur ekosistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) terpadu yang komprehensif di Indonesia.
Langkah ambisius ini bukan sekadar wacana. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan telah menyiapkan empat aksi korporasi strategis yang nilainya mencapai angka fantastis, yakni Rp2 triliun. Transformasi ini dilakukan di bawah komando pemegang saham pengendali yang baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII).

Salah satu poin paling krusial dalam rencana ini adalah rencana akuisisi besar-besaran. Melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), DOOH berencana mengambil alih 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) milik PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Transaksi ini melibatkan pembelian sekitar 6,685 miliar lembar saham INET dengan harga Rp300 per lembar. Jika dihitung secara total, nilai transaksi ini menyentuh angka Rp2,005 triliun, sebuah angka yang sangat signifikan karena setara dengan 647,90% dari total ekuitas konsolidasian perseroan.
Integrasi dengan INET diharapkan menjadi kunci untuk memperkuat lima pilar bisnis utama perseroan. Kelima pilar tersebut meliputi pusat data berbasis AI (AI Data Center), konektivitas kecepatan tinggi (High-Speed Connectivity), tulang punggung serat optik darat (Inland Fiber Optic Backbone), tulang punggung serat optik bawah laut (Submarine Fiber Optic Backbone), hingga pengembangan energi hijau melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Untuk memastikan rencana ekspansi ini berjalan mulus, perseroan telah menyusun skema pendanaan yang terstruktur. Pertama, DOOH akan mendapatkan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari SII dengan plafon mencapai Rp5 triliun untuk jangka waktu 10 tahun. Pencairan tahap awal sebesar Rp2 triliun akan langsung digunakan untuk membiayai akuisisi saham INET.
Kedua, perusahaan akan melakukan realokasi dana hasil IPO. Sisa dana sebesar Rp120 miliar akan dialihkan menjadi setoran modal kepada CNI guna memperkuat pendanaan akuisisi. Ketiga, perseroan berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue (PMHMETD I) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 154,77 miliar saham baru, yang juga disertai dengan penerbitan Waran Seri II.
Terakhir, sebagai bagian dari penataan ulang identitas perusahaan, DOOH akan melakukan restrukturisasi menyeluruh. Hal ini mencakup perubahan nama perusahaan, perubahan alamat kedudukan, penyesuaian bidang usaha sesuai KBLI 2025, hingga perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Seluruh rangkaian rencana besar ini nantinya akan dibawa ke meja Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 November 2026 untuk mendapatkan persetujuan resmi dari para pemegang saham.
