Agroplus – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik pada Senin (14/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk dalam di sesi kedua perdagangan, secara mengejutkan berhasil memangkas koreksinya secara signifikan. Pembalikan arah ini tak lepas dari kabar hangat seputar adanya reshuffle kabinet yang akan segera diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada awalnya, IHSG memang menunjukkan tren pelemahan sejak pembukaan. Namun, tekanan jual semakin intensif hingga mencapai titik terendah di level 6.371,39, anjlok sekitar 170 poin pada pukul 15.02 WIB. Namun, hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, indeks kebanggaan bursa ini berhasil memperbaiki posisinya, memangkas koreksi hingga 94 poin. Per pukul 15.20 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.465,36, dengan pelemahan "hanya" 1,16% atau 76 poin.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, mayoritas saham memang masih berada di zona merah, dengan 538 saham turun, berbanding 119 saham yang menguat, dan 126 saham stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan sekitar 27,83 miliar saham berpindah tangan, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 12,67 triliun dalam 1,79 juta kali frekuensi. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp 11.260 triliun.
Kabar reshuffle kabinet menjadi angin segar di tengah tekanan pasar. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru di Istana Negara pada Senin sore itu juga. Beberapa pejabat tinggi negara, seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terlihat sudah merapat ke istana, mengindikasikan kebenaran kabar tersebut. Pratikno, saat ditanya wartawan, hanya menjawab singkat, "Kita tunggu saja," sembari menambahkan bahwa kehadirannya berdasarkan undangan Sekretariat Presiden.
Di sisi lain, pergerakan investor asing juga menjadi sorotan. Sepanjang sesi pertama perdagangan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, mencapai Rp 664,34 miliar di seluruh pasar. Total transaksi asing pada sesi tersebut mencapai Rp 4,60 triliun, dengan pembelian asing sebesar Rp 1,97 triliun dan penjualan asing Rp 2,63 triliun. Meskipun demikian, sentimen positif dari reshuffle kabinet tampaknya cukup kuat untuk meredam tekanan jual tersebut, setidaknya di akhir sesi. Fenomena ini menegaskan bagaimana sentimen politik, khususnya terkait stabilitas dan arah kebijakan pemerintah, memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap pergerakan pasar modal, seperti yang sering dibahas di agroplus.co.id. Investor cenderung merespons cepat setiap perubahan yang berpotensi memengaruhi iklim investasi dan ekonomi nasional.
