Agroplus – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau yang akrab disapa BSI, kembali meluncurkan program unggulannya, Gebyar Lelang Serentak (GREAT BSI) 2026. Program ini menyediakan sekitar 2.000 unit aset lelang dengan penawaran yang sangat kompetitif, membuka kesempatan istimewa bagi masyarakat untuk mewujudkan properti idaman mereka. Mengusung tema "Peluang Emas Meraih Aset Impian", GREAT BSI 2026 akan digelar mulai 9 September hingga 12 Desember 2026.
Firman Jatnika, selaku SEVP Retail & Consumer Risk BSI, menjelaskan bahwa GREAT BSI merupakan momen krusial bagi publik untuk mendapatkan berbagai jenis aset melalui proses lelang yang transparan dan didukung penuh oleh kolaborasi erat dengan berbagai instansi pemerintah terkait. "Program ini secara khusus dirancang untuk memberikan kesempatan terbaik bagi masyarakat dalam memperoleh aset berkualitas," ujar Firman dalam keterangannya pada Senin (14/9/2026).

Pelaksanaan GREAT BSI 2026 tidak hanya terpusat, melainkan juga akan menyelenggarakan lelang secara langsung (live lelang) di beberapa kota strategis seperti Banda Aceh, Jakarta, Bogor, Batam, Banten, Tangerang, Meulaboh, dan Bandung Kota. Dalam upaya ini, BSI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sinergi berkelanjutan ini diwujudkan untuk menjamin kelancaran seluruh proses lelang, sekaligus memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi setiap peserta.
Firman merinci bahwa aset yang tersedia dalam GREAT BSI 2026 sangat bervariasi, mencakup hunian, lahan kosong, ruang usaha (ruko), apartemen, hingga gudang. BSI membidik target pelaksanaan sebanyak 2.000 frekuensi lelang. Untuk mencapai target tersebut, BSI menggandeng tim pemasaran aset lelang di seluruh Indonesia dan berkoordinasi intensif dengan DJKN/KPKNL serta Kantor Pertanahan ATR/BPN di berbagai wilayah.
Secara nasional, kinerja pembiayaan BSI menunjukkan pertumbuhan yang solid dan sehat. Hingga Juni 2026, mutu pembiayaan (NPF) tercatat sebesar 1,80%. Program GREAT BSI ini merupakan salah satu langkah strategis BSI dalam melakukan restrukturisasi aset dan memperbaiki kualitas portofolio pembiayaan.
Tahun ini, BSI juga mengintensifkan kolaborasi dengan agen properti, balai lelang swasta yang telah menjadi mitra BSI, serta berbagai platform properti daring seperti Rumah123. Informasi mengenai lelang juga dapat diakses melalui berbagai saluran elektronik BSI, termasuk situs web resmi www.bankbsi.co.id, aplikasi BYOND by BSI, ATM BSI, media sosial BSI, media informasi online, serta publikasi di jaringan cabang.
Firman menjelaskan tiga tahapan utama bagi masyarakat yang berminat mengikuti program lelang ini. Pertama, memilih aset yang diminati melalui saluran informasi lelang BSI. Kedua, menghubungi langsung staf pengelola aset BSI melalui nomor kontak yang tertera pada informasi aset. Ketiga, berpartisipasi dalam proses lelang objek agunan BSI melalui mekanisme lelang resmi DJKN/KPKNL. "Yang terakhir, selalu memverifikasi informasi resmi hanya di BSI dan selama proses berlangsung, tetap waspada terhadap pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BSI," tegas Firman.
Firman juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan BSI dan menawarkan proses lelang di luar prosedur legal. "BSI mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi dan proses lelang dilakukan melalui saluran resmi BSI dan mekanisme lelang DJKN/KPKNL, serta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BSI," tambahnya.
Melalui GREAT BSI 2026, BSI berharap pemulihan aset dapat terus meningkat, sekaligus menyediakan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan aset yang dibutuhkan dengan proses yang terbuka, aman, dan kompetitif. Program ini juga diharapkan dapat memperkokoh sinergi berkelanjutan antara BSI, DJKN, dan Kementerian ATR/BPN, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
