Close Menu
    What's Hot

    Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

    10-01-2026 - 10.06

    Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

    09-01-2026 - 10.06

    Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

    08-01-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!
    • Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025
    • Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!
    • Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target
    • Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?
    • Siap-siap Panen Raya! Bulog Sediakan ‘Benteng’ Beras 2 Juta Ton!
    • Harga Beras Sama Se-Indonesia? Bulog Punya Kuncinya!
    Sabtu, 10 Januari 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rahasia Indonesia: Panen Padi Melimpah, Negara Lain Iri!
    Pangan

    Rahasia Indonesia: Panen Padi Melimpah, Negara Lain Iri!

    25-04-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Rahasia Indonesia: Panen Padi Melimpah, Negara Lain Iri!

    Agroplus – Indonesia tengah menjadi sorotan dunia berkat keberhasilannya meningkatkan produksi padi. Sukses ini bahkan menarik perhatian negara-negara lain yang tengah berjuang mengatasi krisis beras, seperti Malaysia dan Jepang. Mereka kini ingin belajar dari keahlian Indonesia dalam bidang pertanian.

    Baru-baru ini, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, secara khusus mengunjungi Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pertanian, terutama dalam hal pertukaran teknologi. Datuk Seri memuji kemajuan Indonesia dalam penerapan teknologi pertanian modern yang mampu mendongkrak produktivitas padi hingga dua kali lipat per hektar.

    Rahasia Indonesia: Panen Padi Melimpah, Negara Lain Iri!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Malaysia, yang ketergantungannya pada impor beras masih tinggi (hanya mampu memenuhi 40-50% kebutuhan nasional), berharap Indonesia dapat membantu meningkatkan produksi beras dalam negeri. Bantuan tersebut meliputi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas petani lokal. "Kemarin negara sahabat, Malaysia datang meminta bantuan, sebagai kakak tertua katanya," ungkap Mentan Amran saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

    Tidak hanya Malaysia, Jepang pun akan segera mengirimkan delegasi untuk menjajaki kerja sama serupa. Mentan Amran mengungkapkan, "Minggu depan Jepang ke sini, ingin mempelajari bagaimana meningkatkan produktivitas di lahan seperti ini (lahan rawa)."

    Kunjungan tersebut bertepatan dengan penanaman padi di lahan rawa di Sumatera Selatan. Melalui penerapan teknologi pertanian, khususnya manajemen air yang efektif, indeks pertanaman (IP) lahan tersebut berhasil ditingkatkan dari 100 menjadi 200. "Irigasi, ini kata kuncinya water management. Irigasi yang paling baik kita pakai. Ini diperbaiki, dioptimalisasi, kemudian dirawat," jelas Amran.

    Program optimalisasi lahan di Sumatera Selatan telah mencapai 105.000 hektar sawah, dengan potensi pengembangan hingga satu juta hektar. "Ini sebenarnya rawa, tempat buaya. Alhamdulillah, dengan program kita, sudah menjadi 105.000 hektare. Tapi, potensinya satu juta hektare. Kalau dua tahun selesai, di sini saja bisa mengalahkan Jawa Timur," tegas Amran.

    Keberhasilan ini juga ditopang oleh stok beras nasional yang melimpah. Saat ini, stok beras mencapai 3,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 4 juta ton bulan depan. "Sekarang stok kita, di jam ini 3.364.800 ton per jam ini. Perkiraan tadi pagi 49.000 ton satu hari. Perkiraan masih ada 8 hari (nambah) 400 (ribu ton), bisa 1,3 sampai 1,7 juta ton beras dalam negeri," kata Amran. Amran optimistis stok beras akan mencapai 3,5 hingga 4 juta ton pada awal Mei 2025, angka tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      10-01-2026 - 10.06

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06

      06-01-2026 - 10.06

      Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?

      05-01-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      Agroplus – Perum Bulog bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra,…

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.