Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

    02-03-2026 - 10.06

    Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

    01-03-2026 - 10.06

    Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

    28-02-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI
    • Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!
    • Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026
    • Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!
    • Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?
    • Rp 9,1 Triliun Raib dari Kantong Warga! Modus Makin Licik!
    • MEJA ‘Banting Setir’ ke Batu Bara, Siap Kuasai Tambang?
    Selasa, 3 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Panen Raya Melimpah! Target Serap Beras Nasional Bakal Naik Drastis?
    Pangan

    Panen Raya Melimpah! Target Serap Beras Nasional Bakal Naik Drastis?

    04-07-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Panen Raya Melimpah! Target Serap Beras Nasional Bakal Naik Drastis?

    Agroplus – Kabar gembira datang dari sektor pertanian! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengusulkan peningkatan target serapan beras dalam negeri menjadi 4,5 juta ton. Usulan ini muncul setelah melihat realisasi serapan beras yang luar biasa dalam semester pertama tahun 2025.

    Pemerintah sendiri tak menyangka bahwa target awal 3 juta ton hampir tercapai hanya dalam enam bulan. Hingga awal Juli, angka serapan sudah menyentuh 2,7 juta ton, dan yang lebih menggembirakan, musim panen kedua akan segera tiba.

     Panen Raya Melimpah! Target Serap Beras Nasional Bakal Naik Drastis?
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Mentan Amran menjelaskan bahwa capaian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Biasanya, untuk mencapai angka serapan tersebut, dibutuhkan waktu satu tahun penuh. "Serapan beras kita sampai Juni ini itu 2,6 juta ton, yang dulunya satu tahun hanya 1 juta ton," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR.

    Melihat potensi yang ada, Mentan Amran mengusulkan revisi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi peningkatan target serapan beras.

    "Kami butuh dukungan karena target kita hanya 3 juta ton, tapi di luar prediksi, serapan beras tahun ini bisa mencapai 3 juta ton. Posisi sekarang sudah hampir 2,7 juta ton, berarti tinggal 300 ribu ton lagi," jelas Mentan Amran.

    Jika revisi Inpres tidak segera dilakukan, dikhawatirkan Bulog tidak dapat lagi melakukan pembelian beras dari petani, padahal musim panen kedua akan segera dimulai. "Mungkin nanti akan kami masukkan kesimpulan bahwa Inpres harus diubah lagi, dengan usulan tambahan target serapan menjadi 4,5 juta ton," tambahnya.

    Dengan tambahan stok beras hasil pengadaan dari luar negeri sebanyak 1,7 juta ton sejak awal tahun, stok beras pemerintah saat ini mencapai 4,3 juta ton. "Dulu, bahkan pernah memiliki stok awal 2 juta ton, tapi tidak pernah mencapai 3 juta ton. Itu terjadi pada tahun 2013. Nah, ini menjadi kesyukuran kita karena stok kita kini aman," ungkap Mentan Amran.

    Namun, peningkatan serapan beras juga menimbulkan tantangan baru. Perum Bulog saat ini menyewa gudang dengan kapasitas 1,2 juta ton, dan hampir seluruhnya sudah terisi. Selain beras, pemerintah juga melakukan penyerapan jagung.

    “Ke depannya, mungkin akan dibutuhkan tambahan gudang karena jagung kita belum terserap optimal. Terakhir, penyerapan jagung baru mencapai sekitar 60 ribu ton dari target 1 juta ton,” pungkas Mentan Amran. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      02-03-2026 - 10.06

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06

      Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?

      26-02-2026 - 10.06

      25-02-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerukan kewaspadaan bagi para investor di tengah gejolak geopolitik…

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.