Close Menu
    What's Hot

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    26-09-2026 - 05.07

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam
    • IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban
    • Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar
    • Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal
    • Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar
    • Maybank Indonesia Buka Suara Soal Isu PHK
    • Mengapa Investor Indonesia Gemar Saham AS
    • Komisaris Medco Energi Jual Saham Besar
    Sabtu, 26 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar
    Pangan

    Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar

    26-09-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dunia pasar modal tanah air tengah diguncang oleh isu hangat terkait transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Rumor yang beredar menyebutkan adanya kesepakatan antara PT Jhonlin Baratama milik pengusaha ternama Haji Isam dengan pihak lain, di mana nilai transaksi tersebut dikabarkan berada jauh di bawah harga pasar yang berlaku saat ini. Menanggapi kegaduhan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan penjelasan resmi untuk menenangkan para pelaku pasar.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa seluruh aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memiliki landasan regulasi yang kuat. Ia menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan di bursa tidak hanya terpaku pada satu jalur saja, melainkan memiliki beberapa skema yang disesuaikan dengan kebutuhan transaksi para pelaku pasar.

    Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Hasan membedakan antara pasar reguler dan pasar negosiasi. Di pasar reguler, harga saham terbentuk secara otomatis melalui pertemuan anonim antara penjual dan pembeli dalam sistem perdagangan bursa. Harga yang muncul di sini adalah murni representasi kesepakatan pasar secara luas. Namun, terdapat pula mekanisme pasar negosiasi yang bersifat bilateral. Dalam mekanisme ini, dua pihak yang bertransaksi dapat melakukan negosiasi harga secara langsung sesuai kesepakatan mereka, selama tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

    "Untuk transaksi yang bersifat sangat bilateral, terdapat pasar negosiasi yang memiliki karakteristik dan kriteria khusus, sehingga memungkinkan adanya negosiasi harga tertentu," ujar Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta. Ia menambahkan bahwa meskipun ada kebebasan negosiasi, seluruh transaksi baik di pasar reguler, pasar tunai, maupun pasar negosiasi tetap berada di bawah pengawasan ketat BEI dan OJK.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa saat ini memang belum ada batasan harga yang kaku untuk transaksi di pasar negosiasi. Selain itu, aturan yang ada sekarang juga belum mewajibkan pengungkapan nilai transaksi secara mendetail untuk skema negosiasi tersebut. Namun, BEI tidak tinggal diam. Jeffrey menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengkaji kemungkinan penerapan batasan harga di pasar negosiasi sebagai bagian dari transformasi pasar modal.

    Langkah kajian ini sebenarnya sudah direncanakan jauh sebelum isu transaksi BYAN mencuat. Jeffrey mengakui bahwa banyak masukan dari pelaku pasar, baik domestik maupun global, yang menyarankan perlunya regulasi batasan harga di pasar negosiasi demi menjaga stabilitas dan transparansi.

    Sebagai informasi tambahan, ketegangan ini bermula dari keterbukaan informasi mengenai Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama pada September 2026. Rencana tersebut mencakup pengalihan sekitar 10 miliar saham BYAN atau setara 30 persen dari total saham beredar.

    Isu semakin memanas dengan adanya rumor bahwa Haji Isam menawarkan dana sebesar US$3 miliar untuk mengambil alih sekitar 62 persen saham BYAN. Jika dikonversi dengan kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut mencapai Rp53,1 triliun. Angka ini memicu perdebatan karena harga saham BYAN di pasar reguler terakhir tercatat di level Rp11.525 per saham, yang berarti harga dalam rumor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar saat ini. Meski demikian, pihak perseroan menekankan bahwa transaksi ini masih bersifat bersyarat dan bergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan yang telah disepakati.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    26-09-2026 - 05.07

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06

    Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal

    26-09-2026 - 02.02

    Maybank Indonesia Buka Suara Soal Isu PHK

    26-09-2026 - 00.02

    Mengapa Investor Indonesia Gemar Saham AS

    25-09-2026 - 23.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    agroplus.co.id – Dinamika pasar keuangan global kini tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian yang cukup…

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06

    Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal

    26-09-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.