Close Menu
    What's Hot

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    26-09-2026 - 05.07

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam
    • IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban
    • Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar
    • Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal
    • Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar
    • Maybank Indonesia Buka Suara Soal Isu PHK
    • Mengapa Investor Indonesia Gemar Saham AS
    • Komisaris Medco Energi Jual Saham Besar
    Sabtu, 26 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Komisaris Medco Energi Jual Saham Besar
    Pangan

    Komisaris Medco Energi Jual Saham Besar

    25-09-2026 - 23.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dunia pasar modal tanah air dikejutkan dengan langkah strategis yang diambil oleh salah satu petinggi di sektor energi. Roberto Lorado, yang menjabat sebagai Komisaris di PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dilaporkan telah melakukan aksi pelepasan sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan energi raksasa tersebut. Langkah divestasi ini menjadi sorotan para investor karena dilakukan di tengah dinamika pergerakan harga saham emiten milik keluarga konglomerat Arifin Panigoro tersebut.

    Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi penjualan saham ini tercatat terjadi pada tanggal 7 September 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, Roberto Lorado melepas sebanyak 3 juta lembar saham biasa milik MEDC. Transaksi ini dilakukan pada level harga Rp1.500 per lembar saham, sebuah angka yang menjadi acuan dalam penghitungan nilai transaksi pribadi sang komisaris.

    Komisaris Medco Energi Jual Saham Besar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Dalam dokumen resmi yang dirilis oleh pihak bursa pada Jumat (25/9/2026), disebutkan bahwa alasan di balik pelepasan aset ini adalah untuk kepentingan transaksi pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa penjualan tersebut merupakan keputusan individu dan berkaitan dengan status kepemilikan langsung yang ia miliki di perusahaan. Meskipun demikian, pengurangan porsi kepemilikan ini tetap memberikan dampak pada struktur hak suara di dalam perusahaan.

    Sebelum melakukan aksi jual tersebut, Roberto tercatat memegang kendali atas 13.134.130 lembar saham, yang jika dipersentasekan setara dengan 0,05% hak suara di MEDC. Pasca transaksi ini, jumlah kepemilikan sahamnya menyusut menjadi 10.134.130 lembar saham. Secara proporsional, hak suara yang dimiliki Roberto kini berada di angka 0,04%. Walaupun penurunan persentasenya terlihat kecil secara angka absolut, aksi jual oleh pejabat tinggi perusahaan sering kali menjadi sinyal yang dipantau ketat oleh pelaku pasar.

    Reaksi pasar terhadap kabar ini tergolong cukup cepat. Begitu informasi mengenai divestasi ini beredar luas, harga saham MEDC langsung mengalami tekanan jual. Pada penutupan perdagangan hari Jumat (25/9/2026), saham MEDC merosot sebesar 2,68% ke level Rp1.450 per lembar. Penurunan ini secara otomatis memengaruhi nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang kini berada di angka Rp36,45 triliun.

    Para analis pasar modal menyarankan investor untuk tetap waspada dan memperhatikan sentimen fundamental perusahaan di tengah fluktuasi harga saham akibat aksi jual oleh pemegang saham internal. Meskipun pelepasan saham oleh komisaris bisa bermacam-macam alasannya, stabilitas kinerja Medco Energi ke depan akan tetap menjadi penentu utama apakah harga sahamnya mampu kembali menguat atau justru terus tertekan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    26-09-2026 - 05.07

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06

    Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal

    26-09-2026 - 02.02

    Misteri Transaksi Saham Bayan di Bawah Harga Pasar

    26-09-2026 - 00.06

    Maybank Indonesia Buka Suara Soal Isu PHK

    26-09-2026 - 00.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    agroplus.co.id – Dinamika pasar keuangan global kini tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian yang cukup…

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar

    26-09-2026 - 02.06

    Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal

    26-09-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.