Agroplus – Prudential Indonesia kini makin gencar memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanannya. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa strategi ini tidak hanya untuk efisiensi operasional, tetapi juga untuk mengoptimalkan produk dan proses bisnis asuransi secara menyeluruh, menyasar segmen nasabah kaya dan juga ‘sandwich generation’ yang terus berkembang.
Karin menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital sangat vital dalam mendukung peran agen. Dengan bantuan teknologi, agen dapat lebih akurat memahami kebutuhan finansial nasabah, sehingga mampu menawarkan solusi proteksi yang paling tepat dan personal. Pendekatan ini krusial di era serba cepat seperti sekarang, di mana nasabah mengharapkan layanan yang responsif dan relevan.

Salah satu inovasi Prudential adalah program "Prestige by Prudential" yang dirancang khusus untuk segmen menengah atas. Program ini menawarkan layanan premium bagi nasabah dengan premi minimal Rp 500 juta per tahun, memberikan pengalaman proteksi yang lebih eksklusif dan komprehensif. Pertumbuhan segmen nasabah kaya di Prudential sendiri cukup signifikan, tercatat mencapai 25% secara tahunan (yoy), menunjukkan potensi pasar yang besar dan kebutuhan akan produk asuransi yang disesuaikan.
Tak hanya fokus pada nasabah berpenghasilan tinggi, Prudential juga menunjukkan kepeduliannya terhadap segmen ‘sandwich generation’. Segmen ini merujuk pada individu yang harus menanggung kebutuhan finansial orang tua sekaligus anak-anaknya, seringkali menghadapi beban ganda yang kompleks. Prudential mengembangkan produk proteksi yang dirancang khusus untuk melindungi nasabah dan keluarga yang menjadi tanggungannya, memberikan ketenangan finansial di tengah tantangan tersebut.
Strategi komprehensif Prudential dalam memenuhi kebutuhan proteksi para nasabah ini dibahas tuntas oleh Karin Zulkarnaen dalam dialognya bersama Shania Alatas di program Power Lunch, CNBC, pada Selasa, 15 September 2026. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana industri asuransi terus beradaptasi dan berinovasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, dari segmen premium hingga mereka yang berada di tengah himpitan tanggung jawab ganda.
