agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan resiliensi yang luar biasa di tengah tekanan pasar yang sempat membayangi. Setelah sempat mengalami koreksi pada awal sesi perdagangan, bursa saham Indonesia akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menutup perdagangan pada Rabu (4/11/2026) di zona hijau. Pergerakan positif ini memberikan angin segar bagi para investor yang sempat khawatir akan tren penurunan indeks.
Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG berhasil naik sebesar 15,48 poin atau setara dengan 0,32 persen ke level 4.919,77. Meskipun indeks berhasil menguat, dinamika di dalam pasar sebenarnya menunjukkan pergerakan yang cukup kontras. Hal ini terlihat dari komposisi saham yang bergerak, di mana mayoritas emiten justru berakhir di zona merah. Tercatat sebanyak 439 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 190 saham yang mampu mencatatkan penguatan, dan 88 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.

Aktivitas perdagangan di bursa juga terlihat cukup bergairah dengan volume transaksi yang mencapai 266,65 juta saham. Transaksi tersebut dilakukan melalui 1,23 juta kali perdagangan dengan nilai transaksi yang menembus angka fantastis, yakni Rp10,77 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih terjaga dengan baik meskipun kondisi pasar sedang dalam fase pemulihan dari koreksi.
Menariknya, di tengah kondisi mayoritas saham yang melemah, investor asing justru menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Alih-alih melakukan aksi jual massal, para investor mancanegara justru melakukan aksi beli bersih atau net foreign buy. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp264,64 miliar. Jika digabungkan dengan seluruh pasar, total aksi beli bersih asing mencapai Rp257,94 miliar. Sementara itu, pada pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing mencatatkan penjualan bersih tipis sebesar Rp6,70 miliar.
Kehadiran aliran dana asing (foreign inflow) ini menjadi sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menarik bagi pemain global. Aksi borong saham oleh asing ini biasanya dilakukan pada saham-saham dengan fundamental kuat atau emiten yang dianggap memiliki prospek cerah di masa mendatang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang menjadi incaran utama investor asing dan mencatatkan posisi net foreign buy tertinggi pada perdagangan Rabu tersebut. Meskipun daftar lengkapnya sangat bergantung pada fluktuasi harian, kehadiran asing pada saham-saham pilihan ini seringkali menjadi indikator awal kembalinya sentimen positif di pasar modal tanah air. Para pelaku pasar kini tengah memantau apakah tren pembelian asing ini akan berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya atau hanya sekadar aksi teknikal sesaat.
