Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai fenomena harga beras yang masih tinggi di pasaran, meskipun stok beras nasional diklaim melimpah. Menurutnya, akar permasalahan bukan pada ketersediaan beras, melainkan pada sistem distribusi yang belum optimal.
Mentan Amran menyampaikan pernyataan ini usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1). Ia menekankan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan beras bukanlah penyumbang utama inflasi saat ini, berbeda dengan periode sebelumnya.

"Ingat, harus gunakan data. Bukan beras penyumbang inflasi. Silakan dicek. Saya ulangi, bukan beras yang biasanya menjadi penyumbang inflasi tertinggi," tegas Mentan Amran.
Menurutnya, kenaikan harga beras di beberapa daerah lebih disebabkan oleh hambatan dalam pendistribusian. Meskipun pasokan beras secara nasional mencukupi, penyaluran dari pusat produksi ke konsumen belum berjalan lancar. "Kalau ada harga yang naik, itu karena distribusi. Tapi stok kita banyak," imbuhnya.
Secara nasional, stok beras dinilai dalam kondisi aman, dengan stok akhir tahun mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Data BPS menunjukkan pergerakan inflasi beras bulanan di tingkat eceran sepanjang 2025 lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Puncak inflasi beras pada 2025 hanya mencapai 1,35 persen pada Juli 2025.
Sebagai perbandingan, inflasi beras bulanan pada September 2023 sempat mencapai 5,61 persen, dan Februari 2024 di level 5,32 persen. Inflasi beras bulanan pada Desember 2025 juga relatif rendah, yakni 0,18 persen. Rata-rata inflasi beras bulanan sepanjang 2025 tercatat 0,30 persen, lebih rendah dari 2023 (1,34 persen) dan 2022 (0,51 persen).
Kondisi ini mencerminkan situasi perberasan nasional pada 2025 yang relatif lebih terkendali dan stabil, tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi nasional. Pemerintah akan terus berupaya membenahi sistem distribusi agar harga beras di tingkat konsumen lebih stabil dan terjangkau.