Close Menu
    What's Hot

    Gebrak! Prabowo Guyur Triliunan, Angkut Hasil Bumi Makin Lancar?

    04-02-2026 - 10.06

    Mengejutkan! BNI 2025: Laba Turun, Aset Meroket 20%!

    03-02-2026 - 10.06

    IHSG Terjun Bebas! Ancaman Nyata di Bawah 7.000?

    02-02-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Gebrak! Prabowo Guyur Triliunan, Angkut Hasil Bumi Makin Lancar?
    • Mengejutkan! BNI 2025: Laba Turun, Aset Meroket 20%!
    • IHSG Terjun Bebas! Ancaman Nyata di Bawah 7.000?
    • Pesan Kunci Prabowo: Jaminan Kuat di Tengah Badai Bursa!
    • Terkuak! Alasan Mengejutkan Dirut BEI Iman Rachman Mundur
    • IHSG Terjun Bebas >9%! Ada Apa di Balik Kepanikan Bursa?
    • Peringatan MSCI Guncang IHSG: Peluang Emas atau Jebakan?
    Rabu, 4 Februari 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Darurat Pertanian Sumatra: Mentan Amran Ajukan Rp 5,1 T!
    Pangan

    Darurat Pertanian Sumatra: Mentan Amran Ajukan Rp 5,1 T!

    15-01-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Darurat Pertanian Sumatra: Mentan Amran Ajukan Rp 5,1 T!

    Agroplus – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tengah berjuang keras memulihkan sektor pertanian di Pulau Sumatra yang luluh lantak pascabencana hidrometeorologi. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Rabu (14/1/2026), Mentan Amran tidak hanya melaporkan alokasi anggaran APBN 2026 sebesar Rp1,49 triliun, tetapi juga mengajukan usulan tambahan dana fantastis mencapai Rp5,1 triliun untuk mempercepat kebangkitan petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Komitmen kuat Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu petani bangkit dari keterpurukan pascabencana ditegaskan langsung oleh Mentan Amran. "Kementan berupaya membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pasca bencana, baik dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan apabila memungkinkan," jelas Amran di hadapan anggota dewan.

    Darurat Pertanian Sumatra: Mentan Amran Ajukan Rp 5,1 T!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Rincian anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 ini akan fokus pada beberapa sektor krusial. Sebesar Rp736,21 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi lahan sawah (ringan, sedang, dan irigasi), Rp68,6 miliar untuk bantuan benih tanaman pangan, Rp50,46 miliar untuk rehabilitasi kawasan perkebunan, serta Rp641,25 miliar untuk penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida.

    Prioritas utama bantuan ini adalah wilayah terdampak paling parah, terutama lahan sawah dengan kerusakan ringan dan sedang. Namun, untuk kerusakan sawah yang tergolong berat, Mentan Amran menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian. Ia menyebut, pemulihan sawah rusak berat memerlukan kolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk penataan ruang, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna perbaikan jaringan irigasi.

    Di luar anggaran yang sudah ada, Kementan memandang perlu adanya suntikan dana tambahan sebesar Rp5,1 triliun. Angka ini diperkirakan untuk memastikan pemulihan sektor pertanian dapat dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh di seluruh lokasi terdampak di ketiga provinsi. "Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak. Di sisi lain, program prioritas untuk menjaga pertanian berkelanjutan tetap harus berjalan," tegas Amran, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemulihan dan keberlanjutan.

    Usulan tambahan Rp5,1 triliun ini akan dialokasikan untuk beberapa prioritas, termasuk rehabilitasi tambahan lahan sawah senilai Rp3,4 triliun, rehabilitasi kawasan perkebunan Rp456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, pakan ternak Rp262,8 miliar, penyediaan sarana dan prasarana pertanian Rp674,7 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya sebesar Rp291 miliar.

    Oleh karena itu, Mentan Amran secara langsung memohon dukungan penuh dari pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat dan mengefektifkan proses pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

    Tak hanya mengandalkan APBN, Kementan juga aktif menggalang bantuan kemanusiaan. Mentan Amran melaporkan bahwa donasi dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Peduli telah berhasil terkumpul sebesar Rp75 miliar. Bantuan ini, lanjutnya, telah didistribusikan dalam tiga tahap melalui kerja sama erat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menunjukkan sinergi kuat antarlembaga.

    Bencana hidrometeorologi yang dimaksud meliputi banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang secara masif melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Beberapa daerah yang paling merasakan dampaknya antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

    Data per 13 Januari 2026 menunjukkan skala kerusakan yang memprihatinkan. Luas lahan sawah yang terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare, dengan rincian 56.077 hektare rusak ringan, 22.152 hektare rusak sedang, dan 29.095 hektare mengalami kerusakan berat. Yang lebih mengkhawatirkan, lahan tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen total mencapai 44,6 ribu hektare, menyebabkan kerugian besar bagi petani.

    Tak hanya sawah, sektor perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam juga tak luput dari hantaman bencana, dengan total 29.310 hektare lahan terdampak. Lahan hort

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Gebrak! Prabowo Guyur Triliunan, Angkut Hasil Bumi Makin Lancar?

      04-02-2026 - 10.06

      Mengejutkan! BNI 2025: Laba Turun, Aset Meroket 20%!

      03-02-2026 - 10.06

      IHSG Terjun Bebas! Ancaman Nyata di Bawah 7.000?

      02-02-2026 - 10.06

      Pesan Kunci Prabowo: Jaminan Kuat di Tengah Badai Bursa!

      01-02-2026 - 10.06

      31-01-2026 - 10.06

      Terkuak! Alasan Mengejutkan Dirut BEI Iman Rachman Mundur

      30-01-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Gebrak! Prabowo Guyur Triliunan, Angkut Hasil Bumi Makin Lancar?

      Agroplus – Kabar gembira datang dari Istana Negara yang berpotensi membawa angin segar bagi konektivitas…

      Mengejutkan! BNI 2025: Laba Turun, Aset Meroket 20%!

      03-02-2026 - 10.06

      IHSG Terjun Bebas! Ancaman Nyata di Bawah 7.000?

      02-02-2026 - 10.06

      Pesan Kunci Prabowo: Jaminan Kuat di Tengah Badai Bursa!

      01-02-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.