Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespon bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tak hanya mengirimkan bantuan logistik senilai Rp34,8 miliar yang diangkut dengan 207 truk, Mentan juga menerjunkan dua pejabat eselon I di setiap provinsi terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi yang kuat di lapangan dan mempercepat penyaluran bantuan, terutama ke wilayah-wilayah yang terisolir.
Prioritas utama adalah menjangkau saudara-saudara kita yang terisolasi akibat bencana. Mentan Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menjelaskan bahwa beberapa wilayah hanya dapat diakses melalui jalur udara. “Tim kami sudah bergerak di lapangan. Kami tugaskan dua Eselon I di setiap wilayah,” tegasnya saat konferensi pers pelepasan bantuan di Jakarta, Kamis (4/12).
Untuk Aceh, Mentan Amran menunjuk Inspektur Jenderal, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan dan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto. Sumatera Utara akan dikoordinasikan oleh Ali Jamil dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dan Direktur Bidang Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Brigjen Hermawan, akan bertugas di Sumatera Barat.

Mentan Amran menekankan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di daerah terdampak juga dikerahkan untuk membantu masyarakat. “Seluruh UPT bekerja siang malam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mentan Amran memberikan instruksi tegas kepada seluruh pejabat yang ditugaskan untuk tetap berada di lapangan hingga proses penyaluran bantuan selesai. Izin untuk kembali ke Jakarta hanya dapat diajukan langsung kepada Menteri atau Wakil Menteri. “Jangan akal-akali izin. Kalau dari lapangan mau masuk Jakarta, izin ke Pak Wamen atau ke saya,” tegasnya. Ia juga meminta jajarannya untuk memperkuat kehadiran di lapangan, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat akan bantuan. “Tolong Pak Dirjen perkuat tim di lapangan, saudara-saudara kita butuh bantuan,” imbuhnya.
Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras 25 ton, minyak goreng 35 ton, gula 38 ton, susu 1.780 dus, mie instan 3.115 dus, dan air mineral 2.480 dus. Bantuan ini berasal dari pengusaha, BUMN, dan mitra agroplus.co.id, menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana. Dari total 207 truk, 70 truk dialokasikan untuk Aceh, 70 truk untuk Sumatera Utara, dan 67 truk untuk Sumatera Barat.