Agroplus – Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9/2026) menjadi saksi bisu pergerakan masif di sektor pertambangan. Para investor asing terpantau melakukan aksi jual signifikan terhadap sejumlah saham emiten tambang unggulan, dengan total nilai penjualan bersih mencapai Rp229,1 miliar. Di antara deretan emiten yang dilepas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi sorotan utama, mencatatkan nilai penjualan bersih asing tertinggi hingga Rp147,8 miliar.
Data transaksi menunjukkan bahwa lima saham pertambangan terbesar menjadi target utama divestasi investor global. Selain AMMN, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Timah Tbk (TINS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga tak luput dari tekanan jual.

Secara rinci, AMMN memimpin daftar dengan penjualan saham asing mencapai Rp272,5 miliar, sementara pembelian hanya Rp124,7 miliar, menghasilkan net sell Rp147,8 miliar. Tekanan serupa juga menimpa INCO dengan net sell asing sebesar Rp42,2 miliar. Kemudian, MBMA mencatat net sell Rp33,5 miliar, TINS Rp13,8 miliar, BUMI Rp13,5 miliar, dan ITMG Rp11,8 miliar. Jika keenam saham ini digabungkan, total penjualan bersih oleh investor asing mencapai angka yang cukup fantastis, yakni Rp262,6 miliar.
Aksi jual terhadap saham AMMN ini turut memberikan kontribusi negatif yang cukup besar terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). AMMN tercatat sebagai pemberat terbesar IHSG dengan sumbangan negatif 11,20 poin, disusul oleh TLKM dengan kontribusi negatif 2,76 poin.
Menariknya, meskipun terjadi tekanan jual yang kuat pada sejumlah saham pertambangan, IHSG berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Indeks acuan tersebut menguat 0,40% atau naik 25,58 poin, parkir di level 6.462,43. Secara keseluruhan, dinamika pasar menunjukkan 407 saham menguat, 255 saham melemah, dan 301 saham tidak mengalami perubahan.
