Close Menu
    What's Hot

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    03-11-2026 - 15.07

    OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya

    03-11-2026 - 15.02

    Laba Saudi Aramco Meroket Tajam

    03-11-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini
    • OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya
    • Laba Saudi Aramco Meroket Tajam
    • Strategi Ekspansi ACES Bawa Laba Melonjak Tajam
    • IHSG Anjlok Tajam Mengapa Bisa Terjadi
    • Siapa Saja Sosok Kuat di Balik Adaro AADI
    • IHSG Hijau dan Jadi Buruan Asing
    • IHSG Hijau Tapi Asing Jual Saham
    Selasa, 3 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - 81 Saham Dicoret dari IHSG Ini Dampaknya
    Pangan

    81 Saham Dicoret dari IHSG Ini Dampaknya

    02-11-2026 - 15.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja melakukan langkah besar dalam struktur perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam kebijakan terbaru yang berlaku pada perdagangan Senin (2/11/2026), otoritas bursa resmi mengeluarkan sejumlah saham yang teridentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut.

    Keputusan ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar karena jumlah emiten yang terdampak cukup signifikan. Sebanyak 81 saham resmi dicoret dari perhitungan IHSG. Meski jumlah emitennya banyak, dampak terhadap kapitalisasi pasar cukup terasa, di mana total nilai pasar dari saham-saham yang dikeluarkan tersebut mencapai sekitar 30% dari keseluruhan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, bobot dari 81 saham tersebut menyumbang sekitar 18% terhadap pergerakan IHSG.

    81 Saham Dicoret dari IHSG Ini Dampaknya
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menanggapi dinamika ini, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan untuk menenangkan pasar. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar tidak memicu volatilitas ekstrem, baik berupa penurunan drastis maupun lonjakan harga yang tidak wajar pada indeks. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI untuk menjaga kualitas indeks, serupa dengan kebijakan sebelumnya yang telah mengecualikan saham-saham HSC dari indeks bergengsi lainnya seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

    Secara teknis, bobot dari saham-saham yang dikeluarkan tersebut tidak akan hilang begitu saja. Menurut Jeffrey, bobot tersebut akan didistribusikan kembali kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen dalam IHSG. Hal ini dilakukan agar keseimbangan indeks tetap terjaga meskipun terjadi perubahan komposisi yang cukup besar.

    Pasca evaluasi ini, terjadi pergeseran dominasi di dalam IHSG. Sejumlah emiten besar, terutama dari sektor perbankan, kini memiliki bobot yang semakin jumbo. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih menjadi pemain utama dengan bobot masing-masing sebesar 9% dan 7,93%. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengalami kenaikan bobot yang cukup signifikan menjadi 7,12% dari sebelumnya hanya 5,70%.

    Selain sektor perbankan, sektor telekomunikasi dan industri juga mengalami penguatan bobot. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) kini memegang bobot 4,68%, naik dari sebelumnya 3,76%. PT Astra International Tbk. (ASII) juga mencatat kenaikan menjadi 4,15%.

    Berikut adalah daftar 10 emiten dengan bobot terbesar di IHSG pasca pengecualian saham HSC:

    1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – 9%
    2. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – 7,93%
    3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – 7,12%
    4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – 4,68%
    5. PT Astra International Tbk. (ASII) – 4,15%
    6. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) – 3,50%
    7. PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) – 3,24%
    8. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – 2,61%
    9. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) – 1,95%
    10. PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) – 1,86%
    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    03-11-2026 - 15.07

    OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya

    03-11-2026 - 15.02

    Laba Saudi Aramco Meroket Tajam

    03-11-2026 - 13.06

    Strategi Ekspansi ACES Bawa Laba Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 13.02

    IHSG Anjlok Tajam Mengapa Bisa Terjadi

    03-11-2026 - 10.06

    Siapa Saja Sosok Kuat di Balik Adaro AADI

    03-11-2026 - 10.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari ini. Indeks Harga…

    OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya

    03-11-2026 - 15.02

    Laba Saudi Aramco Meroket Tajam

    03-11-2026 - 13.06

    Strategi Ekspansi ACES Bawa Laba Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.