Close Menu
    What's Hot

    Waspada Pialang Asuransi Ilegal Mengintai

    05-11-2026 - 15.06

    Utang Pinjol Tembus Rp106 Triliun dan Bahaya Macet

    05-11-2026 - 15.02

    Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I

    05-11-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Waspada Pialang Asuransi Ilegal Mengintai
    • Utang Pinjol Tembus Rp106 Triliun dan Bahaya Macet
    • Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I
    • Laba Emiten Meroket Tapi Banyak yang Merugi
    • Strategi Baru Garuda Indonesia Perkuat Modal
    • Saham BUMN Dongkrak IHSG Melaju Pesat
    • Saham ITMG Terus Merosot Tajam
    • IHSG Rebound Asing Borong Saham Ini
    Kamis, 5 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Saham BUMN Dongkrak IHSG Melaju Pesat
    Pangan

    Saham BUMN Dongkrak IHSG Melaju Pesat

    05-11-2026 - 10.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif dengan lonjakan hingga 3 persen pada perdagangan terbaru. Kenaikan tajam ini tidak lepas dari peran dominan sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi motor penggerak utama pasar modal tanah air.

    Berdasarkan data terbaru dari Refinitiv, sektor perbankan pelat merah menjadi pahlawan di balik penguatan indeks tersebut. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat sebagai kontributor terbesar dengan menyumbang 14,95 poin atau setara 0,30% terhadap pergerakan indeks. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada level Rp2.760 per lembar.

    Saham BUMN Dongkrak IHSG Melaju Pesat
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Tak ketinggalan, raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyusul sebagai penyumbang terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 10,82 poin atau 0,21%, di mana harga sahamnya berada di angka Rp2.010. Kekuatan sektor perbankan BUMN semakin terlihat dengan masuknya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) ke dalam daftar sepuluh besar pendorong indeks. BMRI menyumbang 7,92 poin pada level Rp3.670, sementara BBNI memberikan kontribusi 4,91 poin di level Rp3.280.

    Di tengah euforia pasar domestik, para investor kini tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 yang dijadwalkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus pasar memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,20% secara tahunan (yoy). Selain itu, perhatian juga tertuju pada rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memberikan gambaran mengenai kesehatan sektor keuangan dan kemungkinan adanya kebijakan baru untuk memperkuat pasar modal.

    Sementara itu, dinamika global turut memberikan pengaruh signifikan terhadap sentimen pasar. Di Amerika Serikat, hasil pemilu paruh waktu menunjukkan kemenangan telak bagi Partai Demokrat yang berhasil merebut kendali Senat dan DPR. Hal ini memicu spekulasi bahwa ruang gerak politik Presiden Donald Trump akan semakin terbatas, terutama terkait kebijakan luar negeri.

    Kondisi geopolitik ini berdampak langsung pada jatuhnya harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent merosot tajam 8,7% ke level US$94,62 per barel, sementara WTI turun 8,3% ke posisi US$88,12 per barel. Anjloknya harga minyak ini dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa melemahnya posisi politik Trump dapat mendorong terciptanya negosiasi damai antara AS dan Iran, yang pada akhirnya meredakan ketegangan di Timur Tengah.

    Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan sisi positif melalui penyusutan defisit perdagangan menjadi US$105 miliar serta penambahan tenaga kerja sektor swasta yang mencapai 86.000 posisi, melampaui ekspektasi pasar. Di kawasan Eropa, pelaku pasar juga bersiaga menanti rilis data inflasi produsen (PPI) Zona Euro yang diprediksi akan menjadi indikator penting bagi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) ke depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Waspada Pialang Asuransi Ilegal Mengintai

    05-11-2026 - 15.06

    Utang Pinjol Tembus Rp106 Triliun dan Bahaya Macet

    05-11-2026 - 15.02

    Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I

    05-11-2026 - 13.06

    Laba Emiten Meroket Tapi Banyak yang Merugi

    05-11-2026 - 13.02

    Strategi Baru Garuda Indonesia Perkuat Modal

    05-11-2026 - 10.06

    Saham ITMG Terus Merosot Tajam

    05-11-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Waspada Pialang Asuransi Ilegal Mengintai

    agroplus.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah memperketat pengawasan terhadap praktik ilegal di sektor…

    Utang Pinjol Tembus Rp106 Triliun dan Bahaya Macet

    05-11-2026 - 15.02

    Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I

    05-11-2026 - 13.06

    Laba Emiten Meroket Tapi Banyak yang Merugi

    05-11-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.