agroplus.co.id – Dunia pasar modal Indonesia kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Ancaman penurunan status menjadi standalone market atau pasar yang berdiri sendiri tanpa dukungan indeks global menjadi bayang-bayang yang menghantui kredibilitas bursa saham tanah air. Jika hal ini benar-benar terjadi, dampaknya terhadap aliran modal asing dan stabilitas ekonomi nasional bisa sangat signifikan.
CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, memberikan pandangan mendalam mengenai situasi kritis ini. Menurutnya, kunci utama untuk menghindari risiko penurunan kasta tersebut terletak pada keseriusan pemerintah dan otoritas bursa dalam melakukan transformasi menyeluruh. Penguatan kredibilitas pasar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi mengembalikan kepercayaan para investor, baik domestik maupun mancanegara.

Bernardus menekankan bahwa kepercayaan investor adalah fondasi utama dalam ekosistem pasar modal. Tanpa kepercayaan, likuiditas akan mengering dan pasar akan kehilangan daya tariknya. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia harus segera dieksekusi dengan matang.
Salah satu wacana yang muncul adalah upaya Indonesia untuk membangun sistem penilaian atau rating bursa saham secara mandiri. Meskipun secara teknis hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan, Bernardus memberikan catatan kritis. Pertanyaan besarnya bukan pada "apakah kita bisa membuatnya", melainkan "apakah rating buatan Indonesia tersebut mampu menjadi acuan yang dipercaya oleh pelaku pasar global?".
Dunia keuangan internasional sangat bergantung pada standar yang telah diakui secara luas. Jika Indonesia hanya mengandalkan rating domestik tanpa pengakuan internasional, dikhawatirkan hal tersebut justru akan menciptakan sekat yang menjauhkan investor global dari pasar kita.
Sebagai langkah konkret, Bernardus menyarankan agar pemerintah dan otoritas terkait memperkuat posisi negosiasi dengan lembaga indeks global seperti MSCI (Morgan Stanley Capital International). Peningkatan kredibilitas melalui pengakuan MSCI sangat penting untuk memastikan pasar saham Indonesia tetap relevan dalam portofolio investasi dunia.
Selain urusan dengan lembaga internasional, penguatan dari sisi domestik juga menjadi sorotan. Bernardus melihat adanya peluang besar jika institusi besar seperti Danantara serta berbagai Dana Pensiun dapat lebih aktif masuk dan memperkuat struktur pasar saham Indonesia. Kehadiran dana institusi lokal yang besar akan memberikan bantalan yang kuat bagi pasar saat menghadapi volatilitas global.
Transformasi pasar modal Indonesia harus mencakup aspek regulasi, transparansi, dan keterlibatan institusi besar. Hanya dengan kombinasi antara pengakuan internasional dan kekuatan modal domestik, Indonesia dapat keluar dari ancaman standalone market dan bertransformasi menjadi destinasi investasi yang tangguh di kawasan Asia.
