Close Menu
    What's Hot

    Nomor HP Bisa Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    31-10-2026 - 15.06

    Skandal Suap Mantan Menteri dan Brankas Misterius

    31-10-2026 - 15.02

    Nasib Pasar Saham RI di Ujung Tanduk

    31-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Nomor HP Bisa Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    • Skandal Suap Mantan Menteri dan Brankas Misterius
    • Nasib Pasar Saham RI di Ujung Tanduk
    • Misteri Tuan Tanah Matraman Penguasa Lahan Raksasa
    • Dilema Emas Fisik atau Digital
    • Peluang Bisnis Minimarket Alfamart 2026
    • Pasar Obligasi RI Terancam Badai Global
    • Aksi Heroik Buang Dolar Demi Rupiah
    Sabtu, 31 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham
    Pangan

    IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham

    30-10-2026 - 13.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (30/10/2026). Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan hingga merosot ke level 5.032,44, aliran dana investor asing justru menunjukkan tren positif. Penurunan indeks sebesar 1,29 poin atau setara dengan 65,62 poin ini tidak serta-merta menghentikan minat para pemodal mancanegara untuk menyuntikkan modal ke pasar domestik.

    Berdasarkan data terbaru dari Stockbit Sekuritas, aktivitas investor asing mencatatkan nilai pembelian bersih (net foreign buy) yang cukup solid. Tercatat, total nilai pembelian asing menyentuh angka Rp2,49 triliun, sementara nilai penjualan berada di angka Rp2,23 triliun. Dari selisih tersebut, pasar saham Indonesia berhasil mengamankan aliran dana masuk bersih sebesar Rp253,09 miliar di tengah kondisi indeks yang sedang lesu.

    IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Fenomena ini menarik perhatian para pelaku pasar, mengingat biasanya pelemahan indeks diikuti oleh aksi jual masif oleh investor asing. Namun, kondisi kali ini justru menunjukkan adanya akumulasi pada sejumlah emiten tertentu. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi primadona yang paling banyak diborong oleh investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp70,10 miliar atau setara dengan 2,88 miliar lembar saham.

    Tak berhenti di situ, sektor energi dan pertambangan tampak menjadi magnet utama bagi modal asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi kedua dengan nilai akumulasi sebesar Rp50,04 miliar. Menyusul di belakangnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan pembelian bersih senilai Rp28,24 miliar. Selain itu, emiten tambang lainnya seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) juga masuk dalam daftar saham yang diincar investor asing.

    Selain lima besar tersebut, aliran dana asing juga tersebar ke beberapa emiten lain seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Dominasi sektor pertambangan dalam daftar akumulasi ini mengindikasikan bahwa investor asing tengah melirik potensi komoditas di tengah fluktuasi pasar global.

    Namun, di balik euforia pembelian tersebut, terdapat tekanan jual yang cukup berat pada beberapa saham blue chip. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai net sell mencapai Rp114,88 miliar. Angka ini sangat mencolok jika dibandingkan dengan emiten lainnya. Selain BBRI, tekanan jual juga dirasakan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Indosat Tbk (ISAT), serta raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

    Kondisi pasar saat ini mencerminkan adanya rotasi sektor yang sedang terjadi. Meskipun indeks secara keseluruhan mengalami koreksi, keberadaan aliran dana asing sebesar Rp253,09 miliar diharapkan dapat menjadi bantalan bagi IHSG untuk menjaga stabilitas di sesi perdagangan berikutnya. Para investor kini disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang masih tinggi.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Nomor HP Bisa Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    31-10-2026 - 15.06

    Skandal Suap Mantan Menteri dan Brankas Misterius

    31-10-2026 - 15.02

    Nasib Pasar Saham RI di Ujung Tanduk

    31-10-2026 - 13.06

    Misteri Tuan Tanah Matraman Penguasa Lahan Raksasa

    31-10-2026 - 13.02

    Dilema Emas Fisik atau Digital

    31-10-2026 - 10.06

    Peluang Bisnis Minimarket Alfamart 2026

    31-10-2026 - 10.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Nomor HP Bisa Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    agroplus.co.id – Dunia keuangan digital kini tengah mengalami transformasi besar yang mengubah cara masyarakat mengakses…

    Skandal Suap Mantan Menteri dan Brankas Misterius

    31-10-2026 - 15.02

    Nasib Pasar Saham RI di Ujung Tanduk

    31-10-2026 - 13.06

    Misteri Tuan Tanah Matraman Penguasa Lahan Raksasa

    31-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.