Close Menu
    What's Hot

    Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM

    26-10-2026 - 15.06

    Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

    26-10-2026 - 15.02

    Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda

    26-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM
    • Kedaulatan Pasar Modal Indonesia
    • Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda
    • Strategi Baru BEI Kawal Pasar Modal
    • Dominasi BTN di Pasar Perumahan Nasional
    • Strategi OJK Hadapi Ancaman MSCI
    • IHSG Rebound Tapi Asing Jual Saham
    • Misteri Saham yang Diborong Asing
    Senin, 26 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM
    Pangan

    Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM

    26-10-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Transformasi digital dalam sistem pembayaran di Indonesia kini memasuki babak baru yang menjanjikan kemudahan akses finansial bagi masyarakat luas. Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memanfaatkan data transaksi dari layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen penilaian kelayakan kredit atau credit scoring. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan pinjaman perbankan karena keterbatasan riwayat kredit formal.

    Gubernasi Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa integrasi data transaksi QRIS ke dalam sistem penilaian kredit merupakan salah satu bentuk keberhasilan dalam memperluas inklusi keuangan. Dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang digelar di Jakarta, Destry menjelaskan bahwa data digital yang tercatat setiap kali transaksi terjadi dapat menjadi bukti nyata kapasitas finansial seorang pengguna.

    Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Ini merupakan sebuah pencapaian dalam memberikan akses keuangan, terutama bagi para merchant skala kecil. Nantinya, data transaksi ini akan berfungsi sebagai semacam credit scoring bagi mereka," ujar Destry dalam keterangannya.

    Pertumbuhan penggunaan QRIS di tanah air menunjukkan tren yang sangat positif dan masif. Hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS telah menembus angka 71 juta orang. Lonjakan ini tergolong signifikan jika dibandingkan dengan data pada September 2026 yang mencatat jumlah pengguna masih berada di angka 67 juta, atau setara dengan seperempat dari total populasi penduduk Indonesia.

    Tidak hanya dari sisi pengguna, ekosistem merchant atau pedagang yang menggunakan QRIS juga tumbuh pesat. Saat ini, tercatat ada sekitar 49,4 juta merchant yang telah mengadopsi teknologi ini. Menariknya, sebanyak 97 persen dari total pedagang tersebut merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal inilah yang menjadi alasan kuat mengapa data QRIS dianggap sangat potensial untuk membantu UMKM "naik kelas" melalui akses modal yang lebih mudah.

    Wacana pemanfaatan data ini sebelumnya telah mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak regulator menilai bahwa riwayat transaksi digital dapat menjadi data alternatif yang sangat valid, terutama bagi industri pinjaman daring (pinjol) dan lembaga pembiayaan lainnya dalam menilai profil risiko nasabah.

    Namun, meskipun prospeknya sangat cerah, implementasi kebijakan ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. OJK memberikan catatan penting mengenai aspek keamanan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menekankan bahwa penggunaan data transaksi ini wajib mengedepankan prinsip perlindungan data pribadi.

    "Penerapannya memerlukan pendalaman lebih lanjut dengan tetap memperhatikan validitas data, perlindungan privasi pengguna, serta prinsip kehati-hatian dalam industri keuangan," tegas Agusman.

    Dengan adanya sinergi antara Bank Indonesia dan OJK, diharapkan sistem credit scoring berbasis QRIS ini dapat segera terealisasi secara matang. Jika berhasil, hambatan utama UMKM dalam mendapatkan modal usaha dapat teratasi, sekaligus memperkuat struktur ekonomi digital nasional melalui pemanfaatan data yang akurat dan transparan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

    26-10-2026 - 15.02

    Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda

    26-10-2026 - 13.06

    Strategi Baru BEI Kawal Pasar Modal

    26-10-2026 - 13.02

    Dominasi BTN di Pasar Perumahan Nasional

    26-10-2026 - 10.06

    Strategi OJK Hadapi Ancaman MSCI

    26-10-2026 - 10.02

    IHSG Rebound Tapi Asing Jual Saham

    26-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM

    agroplus.co.id – Transformasi digital dalam sistem pembayaran di Indonesia kini memasuki babak baru yang menjanjikan…

    Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

    26-10-2026 - 15.02

    Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda

    26-10-2026 - 13.06

    Strategi Baru BEI Kawal Pasar Modal

    26-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.