agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan taringnya setelah sempat mengalami guncangan hebat pada pekan sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melakukan aksi pembalikan arah yang cukup impresif, menutup perdagangan pekan lalu dengan catatan hijau yang menggembirakan bagi para investor. Setelah sempat tertekan akibat sentimen pengumuman MSCI, indeks justru mampu bangkit dan melesat tinggi, memberikan sinyal optimisme baru di tengah dinamika pasar global.
Pada penutupan perdagangan hari Jumat (23/10/2026), IHSG tercatat berhasil menguat sebesar 1,21 persen ke level 5.453,134. Jika ditarik secara akumulatif selama lima hari perdagangan, performa indeks terlihat sangat solid dengan kenaikan mencapai 4,90 persen. Tren positif ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang sempat mendominasi pada pekan sebelumnya telah mereda, digantikan oleh aliran dana yang mulai kembali masuk ke pasar domestik. Menariknya, dari lima hari perdagangan yang berjalan, IHSG hanya sempat mencatatkan satu hari penutupan di zona merah, sementara empat hari lainnya didominasi oleh penguatan.

Namun, di balik kembalinya kejayaan IHSG, terdapat fenomena menarik terkait pergerakan arus modal asing. Sepanjang pekan lalu, investor mancanegara sebenarnya tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah yang sangat masif. Secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing melepas aset mereka dengan nilai mencapai Rp8,73 triliun. Jika menilik lebih dalam pada pasar reguler saja, angka penjualan bersih tersebut bahkan menyentuh angka yang lebih fantastis, yakni sebesar Rp9,81 triliun.
Meski demikian, terdapat anomali yang menarik untuk dicermati pada pasar negosiasi dan pasar tunai. Di sektor tersebut, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,08 triliun. Perbedaan arus kas yang kontras antara pasar reguler dan pasar lainnya ini mengindikasikan adanya strategi penempatan dana yang sangat spesifik dari para pemain besar global.
Lantas, saham apa saja yang menjadi incaran para investor asing sehingga mampu menopang pergerakan indeks di tengah aksi jual besar-besaran tersebut? Berdasarkan data yang dihimpun dari Indo Premier, terdapat sejumlah emiten yang justru mengalami lonjakan pembelian bersih oleh asing. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun secara agregat modal asing keluar, terdapat beberapa saham pilihan yang dianggap memiliki fundamental kuat atau prospek cerah sehingga tetap diborong oleh investor luar negeri.
Kehadiran saham-saham "pilihan asing" ini menjadi kunci utama yang menjaga momentum penguatan IHSG. Para pelaku pasar kini tengah memperhatikan apakah tren akumulasi pada saham-saham tertentu ini akan berlanjut pada pekan mendatang, ataukah akan kembali tertekan oleh volatilitas pasar global. Bagi para investor ritel, memperhatikan daftar saham yang diborong asing dapat menjadi salah satu strategi untuk membaca arah gerak pasar di masa depan.
