Agroplus – Ibarat petani yang membagi bibit unggul agar lebih banyak orang bisa menanam, PT RMK Energy Tbk (RMKE) baru saja mengambil langkah strategis di pasar modal. Perusahaan ini mengumumkan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5, sebuah keputusan yang telah disetujui bulat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Langkah ini, seperti memecah satu bongkahan besar menjadi lima bagian yang lebih kecil dan mudah dijangkau, akan mengubah setiap satu saham lama RMKE menjadi lima saham baru. Konsekuensinya, nilai nominal saham pun menyusut signifikan, dari Rp100 per saham menjadi hanya Rp20 per saham. "Kami menyetujui pemecahan nominal saham Perseroan yang semula sebesar Rp100,00 per saham, menjadi Rp20,00 per saham," demikian pernyataan manajemen yang dirilis pada Senin (13/7/2026), mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perubahan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan juga merombak Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan, menyesuaikan struktur modal pasca-pemecahan saham. Meskipun modal dasar Perseroan tetap kokoh di angka Rp1,4 triliun, kini jumlah saham yang menjadi penyusunnya melonjak menjadi 70 miliar saham, dari sebelumnya 14 miliar saham, dengan nilai nominal masing-masing Rp20 per saham.
Dari total modal dasar tersebut, sekitar 31,25% atau setara 21.875.000.000 saham telah ditempatkan dan disetor penuh oleh para pemegang saham, dengan total nilai nominal Rp437.500.000.000. Angka ini lima kali lipat lebih banyak dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor sebelumnya, yaitu 4,375 miliar saham, sejalan dengan rasio pemecahan 1:5.
Bagi para investor yang ingin ‘memanen’ peluang dari aksi korporasi ini, penting untuk mencatat jadwal krusial yang telah ditetapkan Perseroan:
- 16 Juli 2026: Hari terakhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi.
- 17 Juli 2026: Saham dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi.
- 20 Juli 2026: Tanggal pencatatan (recording date) untuk menentukan daftar pemegang saham yang berhak menerima saham hasil stock split.
- 21 Juli 2026: Distribusi saham dengan nilai nominal baru kepada para pemegang saham.
- 17-20 Juli 2026: Perdagangan di pasar tunai akan ditiadakan sementara, dan akan kembali beroperasi dengan nominal baru mulai 21 Juli 2026.
Ini adalah ‘kalender tanam’ bagi investor untuk memastikan mereka tidak ketinggalan momentum.
Meskipun pada perdagangan hari ini hingga pukul 14.50 WIB saham RMKE sempat ‘menghijau’ dengan kenaikan 6,16% ke level Rp2.240, perlu diingat bahwa sepanjang tahun berjalan, saham ini masih menghadapi tantangan berat dengan penurunan 62,18%. Aksi stock split ini diharapkan dapat menjadi ‘pupuk’ baru yang menyegarkan minat investor dan mendorong pertumbuhan nilai saham di masa mendatang.
