Agroplus – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting kepada jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam sebuah rapat maraton di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), mengungkapkan bahwa inti pesan Prabowo adalah agar perbankan plat merah tidak hanya berorientasi pada laba semata, melainkan juga wajib memastikan kehadirannya dirasakan luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rapat yang berlangsung lebih dari empat jam, tepatnya dari pukul 15.00 WIB hingga 19.22 WIB, tersebut menekankan bahwa peran Himbara harus mencakup pemberian fasilitas pinjaman yang mudah diakses oleh berbagai segmen, mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor komersial, hingga korporasi besar. "Indonesia ini secara keseluruhan itu sangat optimis dan sangat baik ke depan," ujar Rosan usai pertemuan, mengutip arahan Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga sempat menyinggung nilai valuasi bank-bank BUMN. Rosan memaparkan, Prabowo menanyakan satu per satu valuasi bank seperti Bank Mandiri yang bernilai sekitar Rp450 triliun, BRI sedikit di atas Rp450 triliun, BNI mendekati Rp200 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Jika ditotal, nilai kapitalisasi pasar Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun, yang merepresentasikan 10% dari total nilai pasar modal di Indonesia.
Dengan valuasi yang signifikan ini, Presiden berpesan agar perbankan tetap menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian. Namun, kehati-hatian tersebut tidak boleh menghalangi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pinjaman bagi UMKM. Prabowo menyoroti bahwa UMKM seringkali lebih sulit mendapatkan kredit dengan bunga rendah dibandingkan korporasi besar. "Himbara harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama," tegas Rosan.
Selain itu, perbankan pemerintah diharapkan turut menyukseskan program-program pemerintah, tentu saja dengan tetap menjaga asas kehati-hatian. Rosan juga memaparkan kondisi ekonomi yang semakin membaik, didukung oleh kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran, serta penurunan harga minyak di bawah US$80 per barel, yang diharapkan memberi sentimen positif terhadap perekonomian nasional.
Rapat penting ini dihadiri oleh sejumlah petinggi Himbara, termasuk Direktur Utama BRI Hery Gunandri, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BTN Nixon L.P, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Turut hadir pula para komisaris seperti Febrio Nathan Kacaribu (BNI), Kartika Wirjoatmodjo dan Yuliot Tanjung (Bank Mandiri), serta Fahri Hamzah (BTN), dan Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar.
Menariknya, Rosan menegaskan bahwa tidak ada arahan spesifik dari Presiden Prabowo kepada Himbara untuk menahan suku bunga kredit, meskipun Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada hari yang sama. Pandu Sjahrir (CIO BPI Danantara) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mengamini, menyatakan bahwa arahan Presiden bersifat filosofis tentang arah perekonomian Indonesia ke depan. "Ya tentunya harapannya kan ke depan kredit tetap jalan," pungkas Airlangga, menunjukkan optimisme terhadap kelangsungan penyaluran kredit.
