Agroplus – Pada Selasa, 15 September 2026, pasar saham Indonesia kembali diwarnai fenomena menarik yang patut dicermati. Meskipun investor asing secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan untuk melepas kepemilikan saham di bursa Tanah Air, namun ada sektor tertentu yang justru menjadi sasaran empuk pembelian. Sektor pertambangan, khususnya, tampil sebagai primadona di tengah gejolak pasar.
Data perdagangan menunjukkan bahwa aksi jual bersih investor asing mencapai angka Rp 349,3 miliar pada hari tersebut. Situasi ini turut berkontribusi pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup anjlok 1,13% atau setara 73,54 poin, parkir di level 6.461,15. Tren negatif ini bukan hal baru, mengingat IHSG telah mencatatkan diri di zona merah selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Namun, di balik sentimen jual yang melanda, sejumlah emiten pertambangan justru berhasil menarik perhatian dan dana segar dari investor global. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin daftar dengan nilai pembelian bersih asing fantastis, mencapai Rp 176,1 miliar. Tidak kalah menarik, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 100,5 miliar. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut menjadi incaran, masing-masing dengan net buy Rp 97,6 miliar dan Rp 81,8 miliar. Dominasi saham-saham tambang dalam daftar pembelian bersih asing terbesar ini mengindikasikan adanya keyakinan khusus terhadap prospek sektor tersebut.
Kondisi pasar secara umum memang sedang tidak bersahabat. Sepanjang dua pekan pertama bulan September, IHSG hanya mampu mencicipi zona hijau sebanyak tiga kali. Bahkan, dalam rentang waktu satu minggu terakhir, indeks kebanggaan bursa kita ini telah terkoreksi signifikan sebesar 3,58%. Fluktuasi ini tentu menjadi tantangan bagi para pelaku pasar, namun juga membuka peluang bagi sektor-sektor yang dianggap resilient atau memiliki fundamental kuat.
Fenomena pembelian saham tambang oleh investor asing di tengah pelemahan IHSG dan aksi jual secara keseluruhan ini menunjukkan bahwa tidak semua sektor terpengaruh sama rata. Ini bisa menjadi sinyal bagi investor domestik untuk lebih cermat dalam melihat peluang di tengah volatilitas, terutama pada sektor-sektor yang masih diminati oleh pemodal global. Daftar lengkap 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin menjadi bukti nyata adanya pergerakan dana yang selektif di pasar. Informasi lebih lanjut mengenai tren pasar dan analisis mendalam bisa Anda temukan di agroplus.co.id.
