Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

    02-03-2026 - 10.06

    Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

    01-03-2026 - 10.06

    Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

    28-02-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI
    • Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!
    • Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026
    • Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!
    • Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?
    • Rp 9,1 Triliun Raib dari Kantong Warga! Modus Makin Licik!
    • MEJA ‘Banting Setir’ ke Batu Bara, Siap Kuasai Tambang?
    Selasa, 3 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Terkait Oplos Beras, Ombudsman: Masyarakat Untung?
    Pangan

    Terkait Oplos Beras, Ombudsman: Masyarakat Untung?

    12-08-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terkait Oplos Beras, Ombudsman: Masyarakat Untung?

    Agroplus – Praktik pencampuran beras di kalangan pedagang, yang belakangan ramai diperbincangkan, dinilai sebagai hal yang lumrah dan menguntungkan masyarakat. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menegaskan bahwa istilah "oplosan" kurang tepat untuk menggambarkan fenomena ini. Menurutnya, pencampuran beras sudah menjadi tradisi sejak lama.

    Yeka menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan praktik pencampuran beras. Ia mencontohkan, pencampuran antara varietas Ciherang dan Inpari 32 yang memiliki bentuk fisik serupa, sulit dibedakan setelah menjadi beras. Pencampuran ini diperbolehkan karena tidak mempengaruhi rasa dan kualitas beras secara signifikan.

    Terkait Oplos Beras, Ombudsman: Masyarakat Untung?
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Contoh lain yang diberikan adalah pencampuran beras pandan wangi dan silamaya. Meskipun bentuknya berbeda, aroma khas pandan wangi tetap dominan dan tidak merugikan konsumen. Yeka berpendapat bahwa pencampuran beras justru memberikan keuntungan karena menciptakan variasi harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Harga beras bisa bervariasi, mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 16.500 per liter, bahkan sebelumnya sempat mencapai Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per liter.

    Lebih lanjut, Yeka menjelaskan bahwa perbedaan kualitas hasil penggilingan akibat teknologi mesin yang berbeda juga menjadi alasan mengapa pencampuran beras sulit dihindari. Penggilingan kecil cenderung menghasilkan beras dengan banyak butir patah, sementara penggilingan besar menghasilkan beras berkualitas lebih baik.

    Namun, Yeka mengingatkan agar pedagang tidak melakukan pemalsuan atau kebohongan terhadap konsumen. Ia mencontohkan, beras yang diklaim sebagai beras rojolele asli dari Sukoharjo harus benar-benar rojolele. Jika ada pencampuran, komposisinya harus jelas dan akurat pada label kemasan.

    Ombudsman mendukung upaya Bareskrim Polri dalam menegakkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, terutama terkait kejujuran pelabelan. Yeka menegaskan bahwa informasi pada label harus sesuai dengan komposisi beras dalam kemasan. Jika beras pandan wangi dicampur dengan varietas lain, keterangan mengenai campuran dan persentasenya harus dicantumkan dengan jelas.

    Selain itu, Ombudsman juga memantau pergerakan harga gabah untuk memastikan harga beras terjangkau bagi masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha penggilingan padi. Yeka mengungkapkan bahwa salah satu penyebab mahalnya harga beras adalah penurunan pasokan akibat produksi padi yang menurun.

    Yeka berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perberasan agar memberikan perlindungan bagi petani dan konsumen. Ombudsman akan memberikan saran perbaikan kepada pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada kedua belah pihak. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      02-03-2026 - 10.06

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06

      Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?

      26-02-2026 - 10.06

      25-02-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerukan kewaspadaan bagi para investor di tengah gejolak geopolitik…

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.