Close Menu
    What's Hot

    Laba Chandra Asri Merosot Tajam

    30-10-2026 - 13.06

    IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham

    30-10-2026 - 13.02

    IHSG Terjun Bebas Tembus Level Psikologis

    30-10-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Laba Chandra Asri Merosot Tajam
    • IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham
    • IHSG Terjun Bebas Tembus Level Psikologis
    • Tantangan Baru Bank Indonesia Dorong Ekonomi
    • Denda Triliunan Rupiah Emiten Besar Lunas
    • Nasib Minyak dan Emas di Tengah Gejolak Dunia
    • Laba Fantastis Emiten Cat Milik Tanoko
    • Strategi Baru OJK Dorong Investasi Hijau
    Jumat, 30 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Tantangan Baru Bank Indonesia Dorong Ekonomi
    Pangan

    Tantangan Baru Bank Indonesia Dorong Ekonomi

    30-10-2026 - 10.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Bank Indonesia (BI) kini menghadapi babak baru dalam menjalankan peran strategisnya di tengah dinamika ekonomi nasional. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa mandat yang diemban oleh bank sentral saat ini telah mengalami perluasan yang signifikan. Jika sebelumnya fokus utama BI hanya terbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, kini tanggung jawab tersebut merambah ke ranah yang lebih luas, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Dalam sebuah kesempatan berdiskusi dengan para pelaku usaha, Destry menjelaskan transformasi peran BI dari masa ke masa. Ia mengenang kembali era pascakrisis moneter 1997/1998, di mana tugas bank sentral sangat spesifik dan terbatas. Pada masa itu, fokus utama BI hanyalah memastikan stabilitas rupiah; menjaga inflasi di dalam negeri dan menjaga nilai tukar terhadap mata uang asing. Namun, seiring dengan perubahan regulasi, batasan tersebut kini telah runtuh.

    Tantangan Baru Bank Indonesia Dorong Ekonomi
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Perubahan fundamental ini dipicu oleh lahirnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) pada tahun 2023. Melalui regulasi tersebut, BI tidak hanya ditugaskan menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan, tetapi juga harus memastikan bahwa seluruh kebijakan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Destry menekankan bahwa BI tidak lagi bisa hanya terpaku pada pencapaian target angka semata.

    "Kami tidak bisa lagi hanya sekadar mengatakan target rupiah sekian atau inflasi sekian. Kami harus berpikir, apakah kebijakan tersebut benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi atau tidak," tegas Destry.

    Tantangan ini diprediksi akan semakin kompleks seiring dengan adanya aturan baru yang akan berlaku pada tahun 2026. Perluasan mandat ini mencakup kewajiban BI untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi perkembangan sektor riil serta mendukung terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini menandakan bahwa BI harus lebih peka terhadap denyut nadi ekonomi di tingkat akar rumput.

    Menanggapi tanggung jawab yang semakin berat tersebut, Destry menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak akan bekerja secara eksklusif atau terisolasi dari realitas sosial. Ia menepis anggapan bahwa bank sentral bekerja di dalam "menara gading" yang jauh dari permasalahan nyata masyarakat.

    "BI tidak berada di awang-awang, kami bukan di menara gading," ujarnya dengan lugas.

    Sebagai bentuk implementasi, BI secara aktif berkoordinasi dengan Presiden dan tim ekonomi pemerintah untuk memahami kebutuhan nyata dari sektor riil. Dalam menjalankan tugasnya, BI harus mampu melakukan manajemen kebijakan yang presisi. Destry mengibaratkan tugas ini sebagai sebuah seni, di mana bank sentral harus mampu menjaga keseimbangan yang sempurna antara menjaga stabilitas moneter dengan upaya memacu pertumbuhan ekonomi agar tetap berjalan beriringan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Laba Chandra Asri Merosot Tajam

    30-10-2026 - 13.06

    IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham

    30-10-2026 - 13.02

    IHSG Terjun Bebas Tembus Level Psikologis

    30-10-2026 - 10.06

    Denda Triliunan Rupiah Emiten Besar Lunas

    30-10-2026 - 08.06

    Nasib Minyak dan Emas di Tengah Gejolak Dunia

    30-10-2026 - 08.02

    Laba Fantastis Emiten Cat Milik Tanoko

    30-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Laba Chandra Asri Merosot Tajam

    agroplus.co.id – Emiten petrokimia raksasa, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), mencatatkan performa keuangan yang…

    IHSG Merosot Namun Asing Tetap Borong Saham

    30-10-2026 - 13.02

    IHSG Terjun Bebas Tembus Level Psikologis

    30-10-2026 - 10.06

    Tantangan Baru Bank Indonesia Dorong Ekonomi

    30-10-2026 - 10.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.