Close Menu
    What's Hot

    Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!

    31-03-2026 - 10.06

    Terungkap! Gaji Penagih Utang Bisa Bikin Kaya Raya?

    30-03-2026 - 10.06

    Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

    29-03-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!
    • Terungkap! Gaji Penagih Utang Bisa Bikin Kaya Raya?
    • Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!
    • Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!
    • Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!
    • Guncangan Pasar! Pengendali BSDE Borong Saham Rp 9,36 M!
    • Siang Ini! OJK Resmi Punya Nakhoda Baru, Ini Daftarnya
    Selasa, 31 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!
    Pangan

    Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!

    31-03-2026 - 10.064 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!

    Agroplus – PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA) menunjukkan dinamika kinerja yang menarik sepanjang tahun 2025. Meskipun perusahaan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar US$1,9 miliar, yang menandai penurunan 15% dibandingkan tahun 2024, MDKA justru berhasil membukukan peningkatan signifikan pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). Fenomena ini menjadi sorotan, mengingat penurunan pendapatan seringkali berbanding lurus dengan laba.

    Penurunan pendapatan MDKA di tahun 2025 ini dijelaskan oleh beberapa faktor strategis. Perusahaan melakukan pergeseran fokus sementara ke operasi nikel pig iron (NPI), yang berimbas pada kontribusi pendapatan dari segmen lain. Selain itu, produksi tembaga yang lebih rendah serta adanya kegiatan pemeliharaan pada fasilitas NPI turut menjadi penyebab utama melandainya angka pendapatan tersebut.

    Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Namun, di balik angka pendapatan yang turun, Grup Merdeka berhasil mencatatkan EBITDA sebesar US$373 juta pada tahun 2025, melonjak dari US$329 juta di tahun 2024. Peningkatan impresif ini didorong oleh dua pilar utama: kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) emas sebesar 32% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dan peningkatan produksi bijih nikel yang mencapai 44% YoY. Ini menunjukkan kemampuan MDKA dalam mengoptimalkan nilai dari komoditas yang sedang bersinar di pasar global.

    Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/3/2026), menegaskan komitmen perusahaan. "Sepanjang 2025, kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan skala operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis," ujarnya. Ia menambahkan bahwa portofolio bisnis yang terdiversifikasi menjadi tulang punggung kinerja perseroan, memberikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar.

    Emas: Kilau Baru dari Tambang Pani Menjanjikan

    Di segmen emas, tahun 2025 menjadi periode yang produktif dan penuh persiapan. Tambang Emas Tujuh Bukit berhasil menorehkan produksi sebanyak 103.156 ounces emas. Sementara itu, anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan operasi dan fasilitas pengolahan Tambang Emas Pani.

    Momentum bersejarah terjadi di awal tahun 2026, tepatnya pada 14 Februari, ketika Tambang Emas Pani memulai produksi perdana. Disusul dengan penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) pada 16 Maret 2026. Ini menandai babak baru bagi MDKA, dengan fase produksi dan monetisasi yang diharapkan akan mendongkrak kinerja keuangan secara signifikan di masa mendatang.

    "Didukung oleh rencana produksi emas dari PT Merdeka Gold Resources Tbk serta struktur biaya yang kompetitif, kontribusi segmen emas terhadap produksi dan arus kas Grup ke depan akan meningkat secara signifikan," jelas Albert Saputro, optimis. Untuk tahun 2026, PT Merdeka Gold Resources Tbk menargetkan produksi emas antara 100.000 hingga 115.000 ounces, melengkapi produksi berkelanjutan dari Tambang Emas Tujuh Bukit yang diproyeksikan mencapai 80.000-90.000 ounces.

    Nikel: Menuju Swasembada dan Hilirisasi yang Agresif

    Anak usaha MDKA lainnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), juga menunjukkan performa operasional yang kokoh di segmen nikel. Proyek-proyek utama berjalan sesuai rencana, memperkuat posisi perusahaan dalam rantai nilai bahan baku baterai yang strategis.

    Sepanjang 2025, produksi tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) melonjak kuat, dengan produksi saprolit mencapai sekitar 7 juta wet metric tonnes (wmt) dan limonit sekitar 14,7 juta wmt. Ini menunjukkan kapasitas produksi yang masif untuk menopang kebutuhan hilirisasi yang terus berkembang.

    Pengembangan fasilitas hilirisasi juga terus dikebut. Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia, anak usaha MBMA, berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh. Tak kalah penting, pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Sulawesi Nickel Cobalt dengan kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, terus berjalan sesuai jadwal, dengan commissioning lini produksi pertama direncanakan pada pertengahan 2026.

    MBMA juga fokus pada efisiensi. Sepanjang 2025, perusahaan menjaga kinerja melalui peningkatan volume produksi, efisiensi operasional, serta disiplin biaya. Untuk tahun 2026, MBMA menargetkan peningkatan produksi bijih saprolit menjadi 8-10 juta wmt dan bijih limonit di kisaran 20-25 juta wmt. Efisiensi biaya yang lebih lanjut diantisipasi seiring dengan peningkatan pasokan SCM hingga mencapai swasembada bijih saprolit 100% untuk ketiga pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Perseroan pada tahun yang sama.

    Tembaga: Fondasi Stabil untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

    Kontribusi dari segmen tembaga juga tetap menjadi fondasi yang stabil bagi MDKA. Tambang Tembaga Wetar konsisten menghasilkan arus kas sepanjang 2025. Sementara itu, Proyek Tembaga Tujuh Bukit mencatat kemajuan signifikan, memperkuat visibilitas pengembangan jangka panjang sebagai salah satu proyek tembaga-emas berskala besar yang belum dikembangkan secara global.

    Albert Saputro menyimpulkan, "Tahun 2025 merupakan periode penting bagi Perseroan dalam memperkuat fondasi operasional serta menyelesaikan berbagai proyek strategis." Dengan diversifikasi portofolio, posisi likuiditas yang kuat, serta proyek strategis yang akan beroperasi penuh di 2026, Merdeka dinilai berada pada posisi yang sangat solid untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Dimulainya produksi dari Tambang Emas Pani serta peningkatan skala bisnis nikel diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi dan arus kas dalam jangka menengah, mengukuhkan posisi MDKA sebagai pemain kunci di sektor pertambangan Indonesia.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Terungkap! Gaji Penagih Utang Bisa Bikin Kaya Raya?

      30-03-2026 - 10.06

      Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

      29-03-2026 - 10.06

      Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!

      28-03-2026 - 10.06

      Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!

      27-03-2026 - 10.06

      Guncangan Pasar! Pengendali BSDE Borong Saham Rp 9,36 M!

      26-03-2026 - 10.06

      Siang Ini! OJK Resmi Punya Nakhoda Baru, Ini Daftarnya

      25-03-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Strategi Jitu MDKA: Pendapatan Turun, Laba Malah Melonjak!

      Agroplus – PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA) menunjukkan dinamika kinerja yang menarik sepanjang tahun…

      Terungkap! Gaji Penagih Utang Bisa Bikin Kaya Raya?

      30-03-2026 - 10.06

      Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

      29-03-2026 - 10.06

      Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!

      28-03-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.