Close Menu
    What's Hot

    Rahasia Kaya Saat Saham Sedang Anjlok

    09-11-2026 - 02.06

    Aturan Baru DHE Bakal Manjakan Eksportir

    09-11-2026 - 02.02

    Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan

    09-11-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rahasia Kaya Saat Saham Sedang Anjlok
    • Aturan Baru DHE Bakal Manjakan Eksportir
    • Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan
    • Strategi Baru Amankan Ekspor SDA Indonesia
    • Kekayaan Elon Musk Merosot Tajam
    • Rahasia Data Tol Ungkap Ekonomi Nasional
    • Skandal Pajak Rp11,5 Miliar di Kalimantan
    • Misteri Nasabah MNC Bank Sulit Tarik Dana
    Senin, 9 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan
    Pangan

    Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan

    09-11-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda harus menutup perdagangan pekan ini dengan catatan yang kurang menggembirakan. Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski sempat mengalami tekanan yang cukup dalam di tengah sesi, rupiah berhasil melakukan perlawanan di akhir perdagangan sehingga pelemahannya tidak terlalu tajam.

    Berdasarkan data dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah sebesar 0,03% ke level Rp18.080 per dolar AS. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Kamis (5/11/2026) yang berada di level Rp18.075 per dolar AS. Pergerakan rupiah sebenarnya sempat menunjukkan optimisme di awal sesi dengan penguatan 0,03% ke posisi Rp18.070 per dolar AS. Namun, volatilitas pasar membuat rupiah sempat terdorong melemah hingga menyentuh angka Rp18.140 per dolar AS sebelum akhirnya mampu kembali menguat dan memangkas kerugiannya.

    Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kondisi ini tidak lepas dari penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang Amerika terhadap enam mata uang utama dunia. Hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS terpantau naik 0,39% ke posisi 101,939, yang memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Di tengah fluktuasi nilai tukar, kabar positif datang dari sisi cadangan devisa. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mengalami kenaikan menjadi US$146,8 miliar, naik dari posisi September yang sebesar US$146,3 miliar. Kenaikan ini didorong oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan dari sektor pajak dan jasa, meskipun pemerintah juga tengah melakukan pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah oleh BI.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor. Angka ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yang biasanya dipatok pada angka tiga bulan impor. Hal ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi eksternal Indonesia.

    Namun, tantangan dari sisi fiskal tetap membayangi. Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, memberikan peringatan terkait risiko penurunan peringkat utang Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga rasio beban bunga terhadap penerimaan negara agar tetap di bawah 15% dalam dua tahun ke depan. Jika target tersebut tidak tercapai, potensi penurunan peringkat kredit (downgrade) menjadi ancaman nyata. Pemerintah diharapkan mampu menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% terhadap PDB demi menjaga kepercayaan investor global.

    Secara global, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh aksi jual saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Wall Street yang merambat ke bursa Asia. Kondisi ini memicu investor untuk beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS. Kini, pasar tengah menanti rilis data non-farm payrolls (NFP) AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rahasia Kaya Saat Saham Sedang Anjlok

    09-11-2026 - 02.06

    Aturan Baru DHE Bakal Manjakan Eksportir

    09-11-2026 - 02.02

    Strategi Baru Amankan Ekspor SDA Indonesia

    09-11-2026 - 00.02

    Kekayaan Elon Musk Merosot Tajam

    08-11-2026 - 23.06

    Rahasia Data Tol Ungkap Ekonomi Nasional

    08-11-2026 - 23.02

    Skandal Pajak Rp11,5 Miliar di Kalimantan

    08-11-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rahasia Kaya Saat Saham Sedang Anjlok

    agroplus.co.id – Kondisi pasar modal yang sedang tidak menentu seringkali membuat para investor pemula merasa…

    Aturan Baru DHE Bakal Manjakan Eksportir

    09-11-2026 - 02.02

    Rupiah Tertekan Dolar AS di Akhir Pekan

    09-11-2026 - 00.06

    Strategi Baru Amankan Ekspor SDA Indonesia

    09-11-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.