Agroplus – Kabar hangat datang dari dunia korporasi! PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), emiten yang dikenal luas, baru saja menancapkan kukunya lebih dalam di sektor energi. Melalui anak perusahaannya, PT Raharja Gas Kasuri, RAJA resmi mengakuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Langkah strategis ini menandai babak baru dalam ekspansi bisnis perseroan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterbukaan publik Bursa Efek Indonesia (BEI), proses akuisisi ini bukanlah keputusan mendadak. Akta Jual Beli Saham sebagai penanda penyelesaian transaksi telah diteken pada 4 September 2026. Ini merupakan kelanjutan dari Share Sale and Purchase Agreement (SSPA) yang sudah disepakati jauh hari sebelumnya, tepatnya pada 29 April 2026, antara PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte. Ltd. (Genting LNG).

Manajemen RAJA menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang perseroan. Lebih dari sekadar penambahan portofolio, akuisisi ini memperkuat kemitraan strategis RAJA dengan grup Genting Berhad, khususnya dalam proyek pengembangan dan operasional Floating Liquefied Natural Gas (FLNG). Ini menunjukkan visi perseroan untuk tidak hanya berinvestasi, tetapi juga terlibat aktif dalam teknologi energi masa depan yang inovatif.
Meski demikian, pihak manajemen memastikan bahwa transaksi ini tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap fundamental keuangan maupun operasional perusahaan secara keseluruhan. Ini mengindikasikan bahwa akuisisi telah diperhitungkan dengan matang dan sesuai dengan kapasitas finansial RAJA.
Penting untuk diketahui, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) adalah salah satu emiten yang berada di bawah kendali kuat Hapsoro. Beliau memiliki saham RAJA secara langsung sebesar 27,52%. Tak hanya itu, pengaruh Hapsoro juga terasa secara tidak langsung melalui entitas terafiliasi lainnya, yaitu PT Sentosa Bersama Mitra yang menguasai 35,73% saham, serta PT Tirta Orisa Yasa dengan porsi 12,38%. Struktur kepemilikan ini menegaskan posisi strategis Hapsoro dalam arah kebijakan dan pengembangan bisnis RAJA.
