Agroplus – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI berkolaborasi untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lebih efisien dan transparan. Komitmen ini ditegaskan untuk menghindari kendala yang dulu kerap terjadi, sehingga pupuk dapat sampai ke tangan petani tepat waktu dan tepat sasaran.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyampaikan optimisme bahwa sistem distribusi pupuk saat ini jauh lebih baik. "Kalau dulu ruwet, sekarang insyaallah lancar selancar-lancarnya," ujarnya saat meninjau pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, didampingi jajaran Komisi IV DPR RI, Kementan, PT Pupuk Kaltim, dan pihak terkait lainnya.

Panggah menjelaskan bahwa penyederhanaan sistem distribusi pupuk subsidi menempatkan Kementan dan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai ujung tombak penyaluran. Komisi IV DPR RI memberikan perhatian khusus agar kebijakan ini berjalan lancar dan memberikan dukungan berkelanjutan bagi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menambahkan bahwa tata kelola distribusi pupuk subsidi telah dijalankan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) dan terus disempurnakan. Koordinasi intensif dengan PT Pupuk Indonesia dilakukan untuk memastikan pupuk tersalurkan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.
Andi juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengawasi distribusi pupuk. Dinas dan penyuluh pertanian diharapkan aktif memantau penyerapan pupuk. Jika ada alokasi yang rendah, realokasi antar kecamatan, kabupaten, atau bahkan provinsi dapat dilakukan agar pupuk dapat dimanfaatkan secara optimal di daerah lain, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa perubahan tata kelola distribusi pupuk merupakan langkah strategis untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak. “Kami ingin petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk. Sistem yang baru ini lebih sederhana, diawasi ketat, dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya. Verdifjord