Agroplus – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan di seluruh pelosok negeri. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (23/4/2025). Prabowo menekankan, kemandirian pangan harus dimulai dari tingkat daerah, memastikan setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
"Saya tidak akan tenang sebelum Indonesia swasembada pangan! Setiap provinsi, setiap pulau harus bisa berdiri sendiri. Inilah kunci kemerdekaan kita," tegas Prabowo dengan nada bersemangat.

Prabowo juga mengapresiasi kinerja sektor pertanian yang menunjukkan tren positif. Ia meyakini, Indonesia tidak hanya mampu mencapai swasembada pangan, tetapi juga akan menjadi pemain kunci dalam mengatasi krisis pangan global.
"Kita sedang menuju kedaulatan pangan Indonesia. Sebentar lagi, kita bisa dengan gagah menatap dunia," ujarnya penuh optimisme. Prabowo bahkan memiliki cita-cita besar agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, mampu memberikan solusi bagi negara-negara yang dilanda kelaparan dan kekeringan.
Optimisme ini didukung oleh data menggembirakan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi beras nasional pada Januari-Juli 2025 mencapai 21,76 juta ton, melonjak 14,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi gabah kering giling (GKG) juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai 37,77 juta ton atau naik 14,93%. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2025 meningkat menjadi 121,15, menandakan peningkatan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, peningkatan produksi ini adalah hasil dari kebijakan afirmatif yang diterapkan di sektor hulu. Kebijakan tersebut meliputi penambahan pupuk subsidi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dan program pompanisasi yang telah digencarkan sejak awal tahun.
"Lonjakan produksi ini adalah hasil kerja konkret di lapangan, sesuai arahan Presiden Prabowo. Produksi naik, stok kuat, dan petani untung. Ini adalah sinyal positif bahwa swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah di depan mata," tegas Mentan Amran.
Amran menambahkan, produksi padi yang tinggi telah memperkuat stok beras nasional, yang kini mencapai lebih dari 4 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Dengan capaian ini, pemerintah semakin yakin target swasembada pangan dapat segera terwujud, membawa kesejahteraan bagi petani dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.