Agroplus – Bursa Efek Indonesia kembali diwarnai transaksi menarik dari PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS). Pemegang saham pengendali perusahaan, Graha Inti Guna Persada, baru-baru ini dilaporkan melepas jutaan lembar saham INPS. Yang menjadi sorotan adalah harga jual yang konsisten di angka Rp350 per saham, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai strategi di balik langkah ini.
Mengutip data dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (11/9/2026), Graha Inti Guna Persada menjual sebanyak 10 juta saham INPS pada tanggal 7 September 2026. Transaksi ini, yang setara dengan 1,56% dari total saham beredar, berhasil meraup dana sebesar Rp3,5 miliar. Setelah penjualan ini, porsi kepemilikan Graha Inti Guna Persada di INPS kini berada di angka 79,06%.

Ini bukanlah kali pertama Graha Inti Guna Persada melakukan divestasi saham INPS dengan harga serupa. Sebelumnya, pada 20 Agustus 2026, mereka juga telah melepas 9,35 juta saham atau sekitar 1,14% dari kepemilikan mereka. Transaksi senilai Rp3,27 miliar kala itu juga dilakukan pada harga Rp350 per saham, yang menurut laporan saat itu, berada di bawah harga pasar.
Manajemen Graha Inti Guna Persada menyatakan bahwa tujuan dari serangkaian transaksi ini adalah "untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung". Namun, konsistensi harga jual di Rp350, terutama jika dibandingkan dengan kondisi pasar yang mungkin fluktuatif, menimbulkan spekulasi. Apakah ini bagian dari strategi divestasi bertahap untuk tujuan tertentu, ataukah ada pertimbangan lain yang mendasari keputusan pemegang saham pengendali ini?
Langkah pemegang saham pengendali untuk secara berulang melepas sebagian kepemilikannya di harga yang sama tentu menjadi sinyal penting bagi pasar dan para pemegang saham minoritas INPS. Investor diharapkan untuk mencermati lebih jauh implikasi dari transaksi ini terhadap prospek dan arah strategis PT Indah Prakasa Sentosa Tbk ke depan, demi keputusan investasi yang lebih bijak. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di agroplus.co.id.
