Agroplus – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan program Brigade Pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, dengan melibatkan teknologi modern dan peran aktif generasi muda. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak perwakilan dari lima organisasi kemahasiswaan besar – HMI, IMM, IPNU, PII, dan KAMMI – untuk melihat langsung implementasi Brigade Pangan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. "Mereka tidak hanya melihat lahan, tetapi juga berdiskusi langsung dengan pengurus Brigade Pangan, penyuluh, dan pengelola Alsintan untuk merasakan denyut nadi pertanian dari dekat," ujar Willie Samodra Laya, Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pendidikan BPPSDMP Kementan, saat mendampingi kunjungan ke Desa Waringin Kencana, Sabtu (26/7).

Willie menjelaskan bahwa Brigade Pangan di Kapuas mengelola lahan cetak sawah baru, sementara di Barito Kuala fokus pada optimalisasi lahan rawa (OPLA). Para peserta diharapkan dapat memahami cara mengubah lahan "tidur" menjadi produktif dan mengatasi tantangan lapangan secara nyata.
"Banyak yang sebelumnya hanya tahu Brigade Pangan lewat media atau diskusi di Jakarta. Sekarang mereka melihat langsung pembagian tugas, sistem manajemen, hingga potensi keuntungannya. Contohnya, satu anggota Brigade bisa menghasilkan hingga Rp10 juta per bulan dari lahan 200 hektar – itu baru dari padi, belum termasuk jasa Alsintan," terang Willie.
Semangat pembentukan Brigade Pangan disambut antusias oleh para mahasiswa. Ketua Bidang Pertanian, Buruh Tani, dan Nelayan DPP IMM, Ali Mustamin, menyatakan kesiapan organisasinya untuk membentuk Brigade Pangan di Jawa dan daerah lain. "Setelah melihat langsung, semuanya menjadi jelas. Kami dari IMM siap mengirim kader untuk membentuk Brigade Pangan, bahkan di luar Jawa," ujarnya.
Sekjen IPNU, Agus Herman Tanjung, juga termotivasi setelah menyaksikan keberhasilan Brigade Pangan di Kalteng dan Kalsel. "Kalau dulu kami sering mengkritik, sekarang kami memilih turun tangan. Tantangan dari Pak Menteri adalah pelecut semangat kami. IPNU siap membentuk Brigade Pangan, mulai dari Sumatera Selatan hingga Kalteng, karena kader kami ada di seluruh provinsi," tegasnya.
Ketua Bidang Pertanian dan Kelautan PB HMI, Ramadhon, menegaskan ketertarikannya untuk membentuk Brigade Pangan sebagai program terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi meningkatkan hasil pertanian hingga pengembangan bisnis. "Sepulang dari Kalimantan ini, kami akan berkonsolidasi untuk segera mengeksekusi tantangan yang diberikan Menteri Pertanian untuk membentuk Brigade Pangan," tegasnya.
Mentan Amran telah menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda sebagai motor penggerak sektor pertanian. "Siapa bilang bertani itu kuno? Sekarang, dengan teknologi, alsintan, bertani adalah profesi masa depan. Mimpi kita generasi muda ke depan bisa bertani dari rumah dengan teknologi. Ini adalah kesempatan buat semua anak muda, majukan sektor pertanian Indonesia," terangnya.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, Brigade Pangan telah menjalar ke berbagai daerah. Hingga kini, tercatat 1.771 Brigade terbentuk di 12 provinsi. Kalimantan Selatan memiliki 208 Brigade di 8 kabupaten, sementara Kalimantan Tengah mencatat 258 Brigade aktif. Verdifjord