Close Menu
    What's Hot

    Bank Mega Bidik Target Penjualan Wisata Fantastis

    09-10-2026 - 10.06

    Saham JARR Anjlok Usai Gadai ke Mandiri

    09-10-2026 - 10.02

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    09-10-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Bank Mega Bidik Target Penjualan Wisata Fantastis
    • Saham JARR Anjlok Usai Gadai ke Mandiri
    • IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham
    • Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur
    • IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083
    • IHSG Merosot Tajam Hari Ini
    • Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga
    • Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS
    Jumat, 9 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Krisis Pangan 2026 Mengintai? Bapanas Minta Dana Darurat!
    Pangan

    Krisis Pangan 2026 Mengintai? Bapanas Minta Dana Darurat!

    09-07-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Krisis Pangan 2026 Mengintai? Bapanas Minta Dana Darurat!

    Agroplus – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp 16 triliun untuk tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gejolak pasokan dan harga pangan, serta untuk memperkuat program bantuan pangan yang menyasar masyarakat rentan. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan langsung usulan ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (7/7).

    Arief menjelaskan bahwa pagu indikatif Bapanas saat ini hanya Rp 79 triliun, angka yang dinilai kurang ideal untuk menjalankan mandat stabilisasi pangan secara efektif. Tambahan anggaran ini akan difokuskan pada dua program utama: stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta penyaluran bantuan pangan yang tepat sasaran.

     Krisis Pangan 2026 Mengintai? Bapanas Minta Dana Darurat!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Kebutuhan intervensi pemerintah dalam sektor pangan bersifat fluktuatif, tergantung pada musim panen dan dinamika pasar. Berdasarkan data historis, periode Januari-Februari seringkali mengalami defisit produksi beras. Sementara Maret-April adalah masa panen raya, dan Mei-Juli membutuhkan stabilisasi harga serta bantuan pangan. Menjelang akhir tahun, intervensi kembali diperlukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena panen tidak merata di seluruh wilayah.

    Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa neraca produksi-konsumsi beras bulanan pada tahun 2025 mengalami defisit 1,36 juta ton pada Januari dan 0,09 juta ton pada Februari. Meskipun surplus terjadi pada Maret (2,49 juta ton) dan April (2,69 juta ton), surplus tersebut menurun drastis pada Mei (0,25 juta ton) dan kembali defisit pada Juni (0,32 juta ton).

    Arief juga mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan yang telah mengalokasikan Rp 5 triliun untuk bantuan pangan sebagai stimulus ekonomi, serta Rp 1,3 triliun untuk stabilisasi pangan. Dana ini sangat membantu dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi pangan.

    Saat ini, stok beras di Bulog mencapai 4,2 juta ton, jumlah yang dinilai cukup untuk melakukan intervensi pasar jika terjadi gejolak harga. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas pangan dan memastikan ketersediaan pasokan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengakui pentingnya penguatan anggaran Bapanas. Menurutnya, anggaran yang ada saat ini hanya cukup untuk operasional rutin, sementara program-program strategis membutuhkan dukungan finansial yang lebih besar. Komisi IV DPR RI telah menindaklanjuti usulan tambahan anggaran ini dan mendukungnya dalam kesimpulan rapat. Diharapkan, dengan anggaran yang memadai, Bapanas dapat menjalankan perencanaan program yang matang dan efektif untuk tahun 2026. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Bank Mega Bidik Target Penjualan Wisata Fantastis

    09-10-2026 - 10.06

    Saham JARR Anjlok Usai Gadai ke Mandiri

    09-10-2026 - 10.02

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    09-10-2026 - 08.06

    Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

    09-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083

    09-10-2026 - 05.06

    IHSG Merosot Tajam Hari Ini

    09-10-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Bank Mega Bidik Target Penjualan Wisata Fantastis

    agroplus.co.id – PT Bank Mega Tbk (MEGA) kembali menunjukkan taringnya di sektor gaya hidup dan…

    Saham JARR Anjlok Usai Gadai ke Mandiri

    09-10-2026 - 10.02

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    09-10-2026 - 08.06

    Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

    09-10-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.