Close Menu
    What's Hot

    Strategi Baru BI Tekan Biaya Dana Perbankan

    10-10-2026 - 02.06

    IHSG Meluncur Tinggi di Akhir Pekan

    10-10-2026 - 02.03

    Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional

    10-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Baru BI Tekan Biaya Dana Perbankan
    • IHSG Meluncur Tinggi di Akhir Pekan
    • Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional
    • Strategi Baru BRI Perkaya Pilihan Investasi
    • Mengapa Rupiah Terus Melemah Tajam
    • Asuransi dan Dana Pensiun Borong SBN
    • Rupiah Terancam Gejolak Global BI Siap Bertindak
    • Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Judul: Papua-Maluku Krisis Beras? Bapanas Gercep Minta SPHP Diguyur!
    Pangan

    Judul: Papua-Maluku Krisis Beras? Bapanas Gercep Minta SPHP Diguyur!

    18-05-2025 - 02.342 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Judul: Papua-Maluku Krisis Beras? Bapanas Gercep Minta SPHP Diguyur!

    Agroplus – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendesak agar program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) segera digulirkan kembali, terutama untuk wilayah Papua dan Maluku. Langkah ini dianggap krusial untuk meredam gejolak harga beras yang kerap menghantui wilayah timur Indonesia.

    I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, menyampaikan hal ini usai rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Papua dan Maluku, serta perwakilan asosiasi di Jakarta, Jumat (16/5). Ia menjelaskan bahwa saat ini masih berlangsung panen di beberapa daerah, sehingga penyaluran beras SPHP perlu dilakukan secara cermat agar tidak merugikan petani.

    Judul: Papua-Maluku Krisis Beras? Bapanas Gercep Minta SPHP Diguyur!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    "Harapan kami, Rakortas nanti menghasilkan keputusan yang memungkinkan SPHP tetap berjalan, dengan mempertimbangkan kondisi panen. Jangan sampai SPHP keluar di wilayah yang sedang panen," tegas Ketut.

    Lebih lanjut, Ketut menekankan bahwa daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki produksi beras sangat membutuhkan SPHP. Oleh karena itu, penyaluran harus diprioritaskan ke wilayah-wilayah tersebut. "Kita berharap di daerah-daerah remote yang tidak produksi dan tidak sedang panen, SPHP masih bisa masuk. Masyarakat di wilayah timur seperti Papua, Maluku, dan daerah 3TP tetap bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau," tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengungkapkan bahwa saat ini Bulog masih fokus menyerap gabah dari petani karena panen masih berlangsung. "Belum dibuka (penyaluran SPHP). Karena sekarang masih panen, kita masih fokus penyerapan," ujarnya.

    Namun, Suyamto menegaskan bahwa Bulog siap menjalankan penugasan dari pemerintah jika memang diperlukan penyaluran SPHP. "Ya nanti kita tunggu penugasan dari pemerintah. Apabila memang dipandang perlu dilakukan SPHP, ya kita akan dapat penugasan untuk bisa masuk SPHP," katanya.

    Menanggapi keluhan dari pemerintah Papua dan Maluku terkait kelangkaan beras SPHP, Suyamto kembali menegaskan bahwa Bulog masih menunggu arahan pemerintah untuk penyaluran beras SPHP. “Jadi kita tinggal menunggu perintah saja. Tadi kan banyak yang mengusulkan untuk ada SPHP,” pungkas Suyamto. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Baru BI Tekan Biaya Dana Perbankan

    10-10-2026 - 02.06

    IHSG Meluncur Tinggi di Akhir Pekan

    10-10-2026 - 02.03

    Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional

    10-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru BRI Perkaya Pilihan Investasi

    10-10-2026 - 00.02

    Mengapa Rupiah Terus Melemah Tajam

    09-10-2026 - 23.07

    Asuransi dan Dana Pensiun Borong SBN

    09-10-2026 - 23.03
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Strategi Baru BI Tekan Biaya Dana Perbankan

    agroplus.co.id – Bank Indonesia (BI) secara resmi melakukan perubahan arah kebijakan terkait instrumen Sekuritas Rupiah…

    IHSG Meluncur Tinggi di Akhir Pekan

    10-10-2026 - 02.03

    Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional

    10-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru BRI Perkaya Pilihan Investasi

    10-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.