Close Menu
    What's Hot

    Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

    29-03-2026 - 10.06

    Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!

    28-03-2026 - 10.06

    Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!

    27-03-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!
    • Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!
    • Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!
    • Guncangan Pasar! Pengendali BSDE Borong Saham Rp 9,36 M!
    • Siang Ini! OJK Resmi Punya Nakhoda Baru, Ini Daftarnya
    • Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?
    • Terkuak! Mengapa Tuyul & Babi Ngepet Hindari Bank?
    Minggu, 29 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!
    Pangan

    Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

    29-03-2026 - 10.064 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

    Agroplus – Siapa sangka, di balik kesederhanaan profesi penjual es, tersimpan potensi kekayaan yang luar biasa, bahkan mampu melahirkan miliarder di masa lalu? Sejarah mencatat, di era kolonial, ketika teknologi pendingin modern belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, es adalah komoditas mewah yang harganya selangit. Kondisi inilah yang membuka jalan bagi banyak pengusaha cerdik untuk meraup keuntungan fantastis, membuktikan bahwa kejelian melihat peluang bisa mengubah nasib.

    Salah satu nama yang paling mencolok dalam sejarah bisnis es di Nusantara adalah Tasripin, seorang juragan es dari Jawa yang kekayaannya ditaksir mencapai angka setara Rp10 triliun di masa kini. Kisah Tasripin bukan sekadar dongeng, melainkan bukti nyata bahwa inovasi dan kerja keras dapat membawa seseorang ke puncak kejayaan finansial, bahkan dari bisnis yang tampaknya sederhana.

    Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Pada awal abad ke-20, Tasripin telah dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Hindia Belanda. Saat ia meninggal pada tahun 1919, surat kabar De Nieuwe Vorstenlanden melaporkan hartanya mencapai 45 juta gulden. Untuk memberikan gambaran, kala itu harga satu liter beras hanya 6 sen. Artinya, dengan 45 juta gulden, Tasripin bisa membeli sekitar 750 juta liter beras. Jika dikonversi dengan harga beras saat ini yang rata-rata Rp13.000 per liter, kekayaan Tasripin mencapai sekitar Rp9,7 triliun, mendekati Rp10 triliun.

    Kekayaan fantastis ini diperolehnya dari bisnis es. Tanpa adanya kulkas atau mesin pendingin modern, es adalah barang langka dan sangat diminati, menjadikannya primadona dengan harga jual yang tinggi dan selalu laris. Melihat langkanya dan tingginya permintaan es, Tasripin jeli melihat peluang emas ini. Ia mendirikan pabrik es pertamanya di Ungaran, Semarang, pada tahun 1902. Delapan tahun kemudian, ia kembali mendirikan pabrik es yang lebih besar di Petelan, Semarang, yang dilaporkan oleh koran de Locomotief pada 1910 sebagai pabrik terbesar di sana, dioperasikan langsung oleh pria kelahiran 1834 itu.

    Tak hanya terpaku pada es, Tasripin juga cerdik melakukan diversifikasi usaha. Ia tercatat memiliki rumah penjagalan dan aktif dalam jual-beli kulit hewan. Kedua bisnis ini semakin melipatgandakan hartanya. Setiap bulan, ia dilaporkan memperoleh pendapatan antara 30 hingga 40 ribu gulden. Tak heran, ia memiliki banyak rumah dan tanah di Semarang, serta pabrik esnya yang semakin tersebar luas. Jejak Tasripin sebagai pengusaha es harus berakhir pada tahun 1919 karena meninggal dunia. Setelahnya, bisnis es diteruskan oleh keluarganya, meskipun jejak kelanjutannya tidak terlalu terekam dalam sejarah. Namun, namanya tetap dikenang sebagai salah satu pribumi terkaya di Indonesia yang memulai segalanya dari bisnis es.

    Tasripin bukan satu-satunya "raja es" di era itu. Masih ada penjual es lain yang sukses dan kaya raya. Satu era dengan Tasripin, hiduplah seorang penjual es di Semarang bernama Kwa Wan Hong. Meskipun tidak sekaya Tasripin, Kwa tercatat dalam sejarah sebagai pionir industri es di Indonesia.

    Pada tahun 1895, Kwa mendirikan pabrik es bernama Hoo Hien. Sejarawan Denys Lombard dalam karyanya "Nusa Jawa Silang Budaya" (1999) menyebutkan bahwa Kwa membuat es dengan memanfaatkan reaksi kimia, yaitu campuran garam dan amonia yang mengubah air menjadi es. Inovasi brilian ini mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi es. Es yang semula mahal dan sulit diperoleh menjadi lebih terjangkau, memungkinkan masyarakat menikmati minuman dingin. Berkat Kwa pula, lahir industri es krim pertama di masa kolonial. Meskipun tidak diketahui pasti berapa total kekayaannya, Kwa dipastikan memiliki harta melimpah, dengan banyak tanah, rumah, dan pabrik es di berbagai daerah.

    Di Magelang, ada juga Robert Chevalier yang konsisten berjualan es di bawah bendera NV. Magelangsche Ijs en Mineralwater Fabriek sejak tahun 1920. Ia tercatat memiliki tiga pabrik es dan berhasil mencapai kekayaan yang signifikan, sebelum akhirnya bangkrut ketika Jepang datang pada tahun 1942.

    Kisah Tasripin dengan harta setara Rp10 triliun, lalu raja es pionir Kwa Wan Hong, dan Robert Chevalier, adalah bukti nyata bahwa tidak ada pekerjaan halal yang patut diremehkan. Dengan kejelian melihat peluang, inovasi, dan kerja keras, bahkan dari bisnis sesederhana menjual es, seseorang bisa mencapai puncak kesuksesan finansial yang luar biasa. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa setiap profesi, termasuk di sektor pertanian atau pengolahan hasil pertanian, memiliki potensi besar jika ditekuni dengan serius dan didukung oleh strategi yang tepat.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!

      28-03-2026 - 10.06

      Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!

      27-03-2026 - 10.06

      Guncangan Pasar! Pengendali BSDE Borong Saham Rp 9,36 M!

      26-03-2026 - 10.06

      Siang Ini! OJK Resmi Punya Nakhoda Baru, Ini Daftarnya

      25-03-2026 - 10.06

      24-03-2026 - 10.06

      Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?

      23-03-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Jangan Remehkan! Penjual Es Ini Harta Rp10 Triliun!

      Agroplus – Siapa sangka, di balik kesederhanaan profesi penjual es, tersimpan potensi kekayaan yang luar…

      Dunia Bergejolak, Bank Kita Amankah? Ini Jurus Jitu!

      28-03-2026 - 10.06

      Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, BBCA Tertekan!

      27-03-2026 - 10.06

      Guncangan Pasar! Pengendali BSDE Borong Saham Rp 9,36 M!

      26-03-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.