Close Menu
    What's Hot

    Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!

    19-03-2026 - 10.06

    18-03-2026 - 10.06

    17-03-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!
    • Tamat Riwayat ‘Dewa Trader’! Benny Tjokro Dilarang Seumur Hidup
    • Ekonomi China Kritis! RI Wajib Siaga, Ini 5 Bahayanya
    • Geger! Eks Menag Yaqut Ditahan KPK, Harta Rp13 Miliar Terkuak!
    • Prabowo: BUMN Wajib Untung Rp 800 T, Jangan Main-Main!
    Kamis, 19 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!
    Pangan

    Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!

    19-03-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!

    Agroplus – Pasar energi global kembali bergejolak hebat. Harga minyak dunia menunjukkan kenaikan yang sangat tajam, dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kini mencapai titik didih. Situasi ini mengancam stabilitas pasokan energi dan berpotensi menimbulkan riak ekonomi yang lebih luas, termasuk pada sektor pertanian yang vital.

    Data Refinitiv pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 09.15 WIB, mencatat harga minyak Brent melonjak signifikan menjadi US$112,74 per barel, dari penutupan sebelumnya di US$107,38. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke US$98,64 per barel, naik dari US$96,32. Kenaikan ini melanjutkan tren reli, di mana Brent saja telah melonjak lebih dari 10% dalam beberapa hari terakhir, dari US$100,21 pada 16 Maret.

    Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Pemicu utama lonjakan harga ini adalah laporan serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas energi vital di kawasan Teluk, termasuk di Qatar dan Arab Saudi. Aksi ini disebut sebagai respons balasan atas serangan terhadap ladang gas South Pars, salah satu cadangan gas terbesar di dunia yang dimiliki Iran.

    Serangan tersebut bukan sekadar ancaman kosong. Fasilitas energi di Ras Laffan, Qatar, dikabarkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman rudal. Di sisi lain, Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal balistik dan drone yang menargetkan infrastruktur gas mereka. Lebih jauh, konflik ini telah mengganggu Selat Hormuz, jalur maritim krusial yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan LNG global, memperparah ketidakpastian pasar.

    Ole Hvalbye, seorang analis dari SEB, menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi akan terus menjadi katalis bagi kenaikan harga minyak. Ia bahkan memperkirakan potensi pemangkasan produksi di Timur Tengah bisa mencapai 7-10 juta barel per hari, atau setara dengan 7-10% dari total permintaan global—angka yang sangat besar dan bisa mengguncang keseimbangan pasar secara drastis.

    Meskipun demikian, ada sedikit upaya penyeimbang dari sisi pasokan. Irak mulai kembali mengekspor minyak dari ladang Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan, Turki, dengan kapasitas awal 250 ribu barel per hari. Libya juga kembali mengalirkan minyak dari ladang Sharara setelah sempat terganggu. Namun, tambahan pasokan ini dinilai belum cukup untuk meredam tekanan harga yang begitu besar.

    Amerika Serikat pun tidak tinggal diam, berupaya menstabilkan harga domestik dengan melonggarkan aturan pengiriman bahan bakar dan membuka akses distribusi tambahan. Namun, langkah-langkah ini diperkirakan hanya akan memberikan dampak terbatas pada pergerakan harga minyak di pasar global.

    Situasi ini menyoroti kerapuhan pasar energi global di tengah ketidakpastian geopolitik. Kenaikan harga minyak yang drastis ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor, termasuk pertanian, yang sangat bergantung pada energi untuk operasional, irigasi, pupuk, dan distribusi hasil panen. Dampak domino dari kenaikan harga minyak ini bisa terasa hingga ke meja makan kita.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      18-03-2026 - 10.06

      17-03-2026 - 10.06

      Tamat Riwayat ‘Dewa Trader’! Benny Tjokro Dilarang Seumur Hidup

      16-03-2026 - 10.06

      Ekonomi China Kritis! RI Wajib Siaga, Ini 5 Bahayanya

      15-03-2026 - 10.06

      Geger! Eks Menag Yaqut Ditahan KPK, Harta Rp13 Miliar Terkuak!

      14-03-2026 - 10.06

      13-03-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!

      Agroplus – Pasar energi global kembali bergejolak hebat. Harga minyak dunia menunjukkan kenaikan yang sangat…

      18-03-2026 - 10.06

      17-03-2026 - 10.06

      Tamat Riwayat ‘Dewa Trader’! Benny Tjokro Dilarang Seumur Hidup

      16-03-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.