Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi petani dalam negeri, bahkan dalam setiap kebijakan impor yang diambil. Hal ini disampaikan di sela-sela Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam, Optimalisasi Lahan, dan Cetak Sawah Rakyat di Pekanbaru, Selasa (23/7), sekaligus menepis kekhawatiran publik terkait potensi serbuan impor komoditas pertanian.
Mentan Amran menjelaskan bahwa setiap rencana impor wajib melalui rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan). "Apapun yang kita impor, pasti menjaga petani. Kan harus ada rekomendasi dari Kementan," tegasnya. Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah isu kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang memunculkan kekhawatiran akan membanjirnya produk impor.

Fokus impor senilai USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 73,47 triliun yang dibahas dengan AS, menurut Mentan, akan diprioritaskan pada komoditas yang produksinya belum mencukupi kebutuhan dalam negeri, seperti gandum dan kedelai. "Itu gandum, fokus pada gandum. Kemudian kedelai, itu dua komoditas," jelasnya. Kemungkinan impor komoditas lain seperti sapi dan susu juga tidak ditutup, namun akan sangat bergantung pada kondisi produksi dan ketersediaan di dalam negeri.
Kebijakan pemangkasan tarif masuk produk Indonesia oleh Presiden AS Donald Trump, dari 32 persen menjadi 19 persen, justru dilihat Mentan Amran sebagai peluang emas bagi ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas kelapa sawit (CPO). "Dengan tarif ini dari Trump, kita melihat peluang yang sangat menguntungkan Indonesia. Yang pertama CPO. Tarif CPO kita ke AS itu 19 persen, sementara Malaysia 25 persen," paparnya. Mengingat Indonesia dan Malaysia menguasai 80 persen pasar CPO dunia, selisih tarif ini menjadi keunggulan kompetitif yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, kesepakatan IEU-CEPA (Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) juga diyakini akan meningkatkan daya saing CPO Indonesia di pasar Eropa. “Indonesia dengan IEU-CEPA, itu kita juga sudah tangan-tangan. Tentu CPO kita juga di sana baik harganya,” ujar Mentan Amran. Pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan peluang-peluang ini sebaik mungkin demi kemajuan sektor pertanian Indonesia. Verdifjord