Agroplus – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan melakukan pembelian beras secara berlebihan atau panic buying. Imbauan ini disampaikan menyusul pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa per 1 Agustus 2025, stok beras di Perum Bulog mencapai 3,97 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 3,95 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 11,9 ribu ton beras komersial. "Stok beras kita banyak. Jadi tidak usah khawatir, karena stok beras pemerintah besar," tegas Arief saat mendampingi kunjungan kerja Menko Pangan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Arief juga mengingatkan para pelaku usaha perberasan, terutama ritel modern, untuk menyesuaikan harga beras di pasaran dengan kualitasnya. Ia meminta agar tidak ada penarikan stok beras yang sudah terlanjur disalurkan. "Pemerintah ingin memastikan bahwa kualitas beras sesuai dengan kemasan. Jika premium, isinya harus premium. Beras berkualitas baik tetap harus dijual, namun harganya disesuaikan dengan broken (tingkat beras pecah)," jelasnya.
Bapanas mengimbau agar ritel tidak mengosongkan rak beras. Meskipun terdapat beras dengan tingkat broken yang lebih tinggi, kualitasnya tetap baik dan layak dikonsumsi dengan penyesuaian harga. "Semua penggiling padi, ritel, dan pasar tidak boleh kekurangan beras," tambahnya.
Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan bahwa rata-rata harga beras premium secara nasional masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun mulai menunjukkan tren penurunan. Bapanas terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan harga dan klasifikasi mutu beras nasional.
Menanggapi inflasi beras bulanan pada Juli 2025 yang mencapai 1,35 persen, Arief menyatakan bahwa pemerintah terus memantau dinamika harga dan mutu beras. Bapanas bersama Satgas Pangan Polri melakukan pengawasan di lapangan dan tengah memformulasikan ulang kelas-kelas mutu dan harga batas atas beras.
Regulasi terkait klasifikasi mutu beras dan HET beras di berbagai wilayah Indonesia sedang dalam proses revisi. Tujuannya adalah untuk menciptakan keseimbangan antara harga di daerah sentra produksi dengan harga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kesejahteraan masyarakat, termasuk petani. "Tidak usah khawatir. Beras kita banyak. 1,3 juta ton digelontorkan ke pasar, 360 ribu ton untuk bantuan pangan. Stok kita di Bulog aman," ujarnya.
Kebijakan pangan pemerintah juga berdampak positif bagi kesejahteraan petani. Harga gabah yang baik dan ketersediaan pupuk yang tepat waktu membuat petani merasa gembira dan meningkatkan nilai tukar petani. Verdifjord