Close Menu
    What's Hot

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    25-08-2026 - 10.06

    25-08-2026 - 05.06

    Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!

    25-08-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!
    • Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!
    • Nabi AI Ambruk! Rp534 Triliun Lenyap dalam Sepekan?
    • Terkuak! 8 Jurus Sarjito Amankan Bursa Komoditas RI!
    • Pindar Meledak! Peluang Emas di Fintech Lending Days 2026
    • IKN Bak Lahan Subur: Investor China Ungkap Visi Ajaib!
    • Waspada! Bank di Bekasi Dicabut Izin OJK, Cek Faktanya!
    Selasa, 25 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Harga Beras Meroket? Wamentan Beri Jaminan Mengejutkan!
    Pangan

    Harga Beras Meroket? Wamentan Beri Jaminan Mengejutkan!

    15-08-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Harga Beras Meroket? Wamentan Beri Jaminan Mengejutkan!

    Agroplus – Di tengah kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga beras, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan angin segar. Ia menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman dan siap digelontorkan ke pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga beras yang tengah menghantui masyarakat.

    Saat ini, distribusi beras SPHP mencapai 3.000 ton per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 7.000 ton per hari. "Sebisa mungkin segera mencapai 7.000 ton setiap hari yang terdistribusi melalui operasi pasar dan banyak saluran," ujar Sudaryono saat berada di Universitas Brawijaya, Malang. Pemerintah menggandeng berbagai pihak, mulai dari pedagang pasar tradisional, ritel modern, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mempercepat pendistribusian beras SPHP. "Ini melibatkan semua unsur, baik pedagang pasar, kemudian retail modern bahkan melibatkan TNI, Polri, dan semua BUMN dan seterusnya. Insyaallah ini aman," tegasnya.

     Harga Beras Meroket? Wamentan Beri Jaminan Mengejutkan!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Sudaryono menjelaskan bahwa saat ini merupakan periode standing crop, dimana tidak ada panen maupun penanaman baru. Oleh karena itu, pemerintah memaksimalkan stok hasil panen raya sebelumnya untuk menjaga pasokan beras. Targetnya, hingga akhir Desember 2025, pemerintah akan menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram. "Intinya beras SPHP itu dari gudang Bulog harganya Rp11.000 kemudian oleh pedagang dijual maksimal Rp12.500 HET-nya. Yang jelas saya pastikan dengan situasi ini, cadangan pangan kita cukup," tegasnya.

    Wamentan juga meluruskan isu impor pangan yang beredar. Ia menegaskan bahwa impor hanya dilakukan untuk komoditas yang belum bisa diproduksi optimal di dalam negeri, seperti gandum dan kedelai. "Semangat kita adalah mengurangi volume impor dari tahun ke tahun sambil meningkatkan produksi domestik. Saat ini kita sudah tidak mengimpor beras, jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi. Nanti tahun depan, selain impornya dikurangi, kita mesti tingkatkan ekspor produk-produk seperti perkebunan," jelasnya.

    Dengan berbagai langkah strategis ini, Wamentan Sudaryono optimis harga pangan pokok, khususnya beras, dapat dikendalikan. Selain itu, keberlanjutan produksi dalam negeri terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan beras demi kesejahteraan masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sektor pertanian dapat diakses melalui agroplus.co.id. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    25-08-2026 - 10.06

    25-08-2026 - 05.06

    Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!

    25-08-2026 - 02.06

    Nabi AI Ambruk! Rp534 Triliun Lenyap dalam Sepekan?

    24-08-2026 - 20.06

    Terkuak! 8 Jurus Sarjito Amankan Bursa Komoditas RI!

    24-08-2026 - 15.06

    Pindar Meledak! Peluang Emas di Fintech Lending Days 2026

    24-08-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    Agroplus – Pasar minyak dunia kembali bergejolak. Setelah sempat anjlok tajam, harga minyak kini menunjukkan…

    25-08-2026 - 05.06

    Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!

    25-08-2026 - 02.06

    Nabi AI Ambruk! Rp534 Triliun Lenyap dalam Sepekan?

    24-08-2026 - 20.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.