Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat mengatasi gejolak harga beras di pasaran. Dalam kunjungan kerjanya di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (20/8), Mentan Amran meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Agroplus – Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga beras dengan menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP ke seluruh Indonesia selama Juli dan Agustus. Mentan Amran optimis, langkah ini akan membuahkan hasil dalam satu hingga dua minggu ke depan. "Pagi-pagi kita lakukan operasi pasar. Kita memulai dua hari yang lalu untuk seluruh Indonesia. Seluruh BUMN bergerak bersama-sama untuk melakukan operasi pasar besar-besaran," ujarnya.

Agroplus – Tak hanya itu, Mentan Amran juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk penyimpangan dalam distribusi beras. Ia mengklaim, upaya ini mulai menunjukkan hasil positif dengan adanya penurunan harga beras dari beberapa perusahaan dan produsen. "Bahkan perusahaan produsen sudah menyurat langsung bahwa harga satu kemasan untuk beras premium itu turun Rp 1.000," ungkapnya.
Agroplus – Mentan Amran juga menggandeng aparat penegak hukum untuk memberantas praktik curang yang merugikan masyarakat. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kapolri untuk menindaklanjuti laporan terkait merek beras yang tidak sesuai standar. "Tadi malam kami komunikasi dengan Pak Kapolri. Dari 212 merek beras kita proses, sudah diperiksa 25. Kemungkinan selanjutnya 40-50 merek diperiksa maraton," tegasnya.
Agroplus – Ia juga mengingatkan para pengusaha beras untuk tidak bermain-main dengan harga dan kualitas beras. Pemerintah tidak akan segan-segan menindak perusahaan yang melanggar aturan, seperti yang telah dilakukan pada kasus pupuk palsu dan minyak goreng.
Agroplus – Mentan Amran menekankan pentingnya menjaga stabilitas pangan nasional di tengah situasi sulit yang dialami negara lain. “Kita harus jaga ketenangan. Kita harus jaga pangan negara kita di saat pangan negara lain kesulitan. Di Malaysia, Jepang, Filipina itu terjadi kesulitan beras,” pungkasnya. Ia bersyukur harga beras di Indonesia masih relatif terjangkau dibandingkan negara lain, dan bertekad untuk mencegah terjadinya krisis beras di tanah air. Verdifjord