Agroplus – Dunia pasar modal kembali dihebohkan dengan manuver besar dari PT Delta Wibawa Bersama, investor kakap yang selama ini dikenal sebagai pengendali utama PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Sebuah keputusan mengejutkan terungkap: mereka melepas porsi saham LUCY yang tidak sedikit, mencapai sekitar 25% dari total kepemilikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham LUCY yang dilego mencapai 378.693.773 lembar. Angka ini secara signifikan mengubah peta kepemilikan, di mana hak suara PT Delta Wibawa Bersama turun dari sebelumnya 900.141.542 saham atau setara 59,42% menjadi 521.447.769 saham atau 34,42%.

Rangkaian transaksi penjualan saham ini tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan melalui tujuh kali aksi korporasi yang dimulai sejak 4 Juni 2026. Pada awal Juni, penjualan kecil sebanyak 300 saham dilakukan dengan harga Rp79 per saham. Namun, gejolak sesungguhnya terjadi pada 17 Juni 2026, di mana serangkaian penjualan jumbo dilakukan dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni Rp1.385 per saham. Ini menunjukkan adanya strategi yang terencana di balik pelepasan saham tersebut.
Pada tanggal 17 Juni 2026, PT Delta Wibawa Bersama secara bertahap melepas jutaan lembar saham LUCY. Dimulai dari penjualan 75.000.000 saham, kemudian disusul 70.000.000 saham, lalu 31.150.757 saham, 75.000.000 saham lagi, 57.542.716 saham, dan terakhir 70.000.000 saham. Total akumulasi penjualan pada hari itu sangat masif, mengubah secara drastis komposisi kepemilikan.
Lalu, apa motivasi di balik langkah besar ini? Menurut keterangan resmi, tujuan transaksi PT Delta Wibawa Bersama adalah "penjualan sebagian saham". Namun, ada poin krusial yang perlu digarisbawahi: meskipun telah melepas hampir 379 juta saham, perusahaan ini dengan tegas menyatakan masih berstatus sebagai pemegang saham pengendali. Mereka berkomitmen untuk tetap mempertahankan kendali penuh atas PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).
Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada pergeseran kepemilikan yang signifikan, arah strategis dan kendali operasional LUCY kemungkinan besar tidak akan berubah drastis. Pasar akan terus memantau bagaimana dinamika ini akan memengaruhi kinerja LUCY ke depan, terutama dengan tetap kuatnya cengkeraman investor pengendali.
