Close Menu
    What's Hot

    Prestasi Gemilang Pusat Emas Indonesia

    04-11-2026 - 00.06

    Strategi Keuangan Era Prabowo Gibran

    04-11-2026 - 00.02

    Vantage Markets Resmi Masuk Indonesia

    03-11-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Prestasi Gemilang Pusat Emas Indonesia
    • Strategi Keuangan Era Prabowo Gibran
    • Vantage Markets Resmi Masuk Indonesia
    • OJK Pastikan Kondisi MNC Bank Masih Aman
    • Prestasi Gemilang Askrindo di Industri Asuransi
    • Fenomena Bunga Tinggi di Bank Makin Marak
    • Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam
    • Ledakan Investasi Kripto di Indonesia
    Rabu, 4 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Fenomena Bunga Tinggi di Bank Makin Marak
    Pangan

    Fenomena Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

    03-11-2026 - 20.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Tren perbankan di Indonesia tengah mengalami dinamika yang menarik perhatian serius dari otoritas keuangan. Belakangan ini, fenomena nasabah yang memilih menyimpan uang di bank dengan imbal hasil atau bunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

    Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa jumlah simpanan dengan skema bunga khusus atau special rate ini terus merangkak naik. Berdasarkan data terbaru, hingga September 2026, rasio simpanan yang menggunakan bunga di atas ketentuan LPS tercatat mencapai 36,06 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 34 persen.

    Fenomena Bunga Tinggi di Bank Makin Marak
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Peningkatan ini didorong oleh kontribusi dari sektor korporasi, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang cenderung mengambil suku bunga di atas TBP," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (3/11/2026).

    Kenaikan minat nasabah terhadap bunga tinggi ini menjadi perhatian khusus bagi LPS. Pihak otoritas terus memantau perkembangan ini secara mendalam, terutama untuk melihat bagaimana persaingan antarbank dalam menghimpun dana masyarakat serta dampaknya terhadap kesehatan finansial masing-masing bank secara individual.

    Meskipun ada tren pergeseran ke bunga tinggi, Anggito menjelaskan bahwa pertumbuhan simpanan secara keseluruhan tetap menunjukkan performa yang positif. Pertumbuhan simpanan lintas tingkatan (tiering) tercatat mengalami kenaikan dengan rentang antara 2% hingga 12%.

    Menariknya, meskipun simpanan dengan nominal besar masih mendominasi dari segi porsi, segmen nasabah ritel atau masyarakat umum juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta, yang merupakan komponen utama Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, mengalami pertumbuhan antara 2% hingga 12% secara tahunan selama periode Juni hingga September tahun ini. "Ini merupakan sebuah fenomena positif bagi industri perbankan kita," tambah Anggido.

    Secara keseluruhan, kondisi likuiditas perbankan terlihat sangat sehat. Hingga September 2026, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 8,22% secara tahunan (year-on-year), mencapai angka Rp10.492 triliun.

    Jika dirinci berdasarkan jenis produknya, pertumbuhan simpanan giro mencatatkan kenaikan sebesar 12,64% YoY. Tabungan tumbuh sebesar 9,6% YoY, sementara deposito mengalami pertumbuhan sebesar 3,78% YoY. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap memiliki kepercayaan tinggi untuk menempatkan dana mereka di sistem perbankan nasional, baik melalui instrumen jangka pendek maupun jangka panjang.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Prestasi Gemilang Pusat Emas Indonesia

    04-11-2026 - 00.06

    Strategi Keuangan Era Prabowo Gibran

    04-11-2026 - 00.02

    Vantage Markets Resmi Masuk Indonesia

    03-11-2026 - 23.06

    OJK Pastikan Kondisi MNC Bank Masih Aman

    03-11-2026 - 23.02

    Prestasi Gemilang Askrindo di Industri Asuransi

    03-11-2026 - 20.06

    Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 18.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Prestasi Gemilang Pusat Emas Indonesia

    agroplus.co.id – Industri komoditas emas di Indonesia kembali mencatatkan pencapaian prestisius dalam ajang penghargaan bergengsi…

    Strategi Keuangan Era Prabowo Gibran

    04-11-2026 - 00.02

    Vantage Markets Resmi Masuk Indonesia

    03-11-2026 - 23.06

    OJK Pastikan Kondisi MNC Bank Masih Aman

    03-11-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.